Hoax Dalam Pandangan David Hume dan Herbert Marcuse

Fake News atau yang sering kita sebut dengan Hoax merupakan bentuk nomena yang terfenomekan (jika kata Kant dalam teori kritisismenya) dari hasil refleksi rendahnya literasi masyarakat setempat. Kuriositas yang tidak terkonstruk oleh nalar kritis disetiap kepala masyarakat terhadap berita/ info yang beredar, menjadikan berita yang masih dalam fase ‘katanya’ telah tersebar seantero mata dan telinga rakyatnya. Terlebih, dengan perkembangan zaman yang begitu cepat, bukan hal yang utopis―suatu saluran pencetak surat kabar online (detik.com) dalam hitungan detik-menit mampu meng-update keadaan di daerah pelosok 3T. Tagar twitter penolakan UKT Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, secara cepat menyaingi tagar bela sungkawa Syekh Ali Jaber yang tidak lama telah menutup usia.

Zaman semakin mendomestikan creator-nya (jika kata Harari dalam buku Sapiens). Manusia semakin menunjukan eksistensinya sebagai raja dari puncak rantai makanan. Hasrat atau nafsu untuk memiliki adalah wajah asli dari manusia itu sendiri (Sigmund Freud dalam teori Psikoanalisis). Namun, hoax sendiri tidak secara alami terkonstruk sendiri dan masyarakat miskin kota yang tidak mengenyam Pendidikan menjadi kambing hitam dari rendahnya literasi mereka.

David Hume, seorang filosof terkemuka penganut filsafat empiris dari Inggris sekalipun, tercatat pernah mengalami atau mendapatkan hoax dalam hidupnya. Ernest Campbell dan John Robertson yang seorang sarjana pemikiran Hume melakukan pengutipan surat kabar Hume tanpa melakukan kualifikasi kepada pembuat surat. Dari hasil kutipan itu, dua murid Hume berhasil menerbitkan buku yang berjudul Life of David Hume (1980) dan Hume dalam Oxford Dictionary of National Biography (2004). Di kedua buku tersebut, Campbell dan Robertson merekontruksi sejarah dan transmisi surat-surat Hume yang masih ada. (Waldmann, F, 2020)

Konstruksnya, seorang filsuf dengan kesadaran masyarakat inggris―kecil kemungkinan untuk dibodohi oleh pemalsuan berita dari suatu karya filsuf ternama. Namun, ternyata memang terjadi adanya hoax di Britania Raya. Jika berefleksi dari salah satu pemikir Jerman bermadzhab Frankfurt―Herbert Marcuse, ia pernah pernah dikenal seantero negeri dan zaman dengan teori one-deminisional man. Pemikiran Marcuse berangkat dari ide dasar Sigmund Freud mengenai teori psikoanalisisnya. Freud menjelaskan, bahwa aktivitas moral, amoral, dan immoral (jika kata Kant dalam teori Pure Reason dan Practical Reason) merupakan bentuk sublimasi dari Hasrat sexsual manusia yang tidak dapat dibendung. Jika dalam pemikiran Freud, hal tersebut yang ia namakan dengan id, ego, dan super ego.

Kemudian, Marcuse mensegmentasikan praktik sublimasi yang dibicarakan oleh Freud kedalam dua bagian, pertama sublimasi hasrat manusia yang telah menciptakan peradaban dan kebudayaan dan kedua sublimasi hasrat manusia yang menciptakan kelas-kelas sosial―kapitalisme. Dalam sublimasi yang kedua ini, masyarakat akan terbagi kedalam dua sumbu utama yakni masyarakat borjuasi dan proletarian. Menurut Marcuse, tatanan kapitalisme memiliki dua bentuk, yang mana hal tersebut merupakan hasil dari transformasi zaman, pertama masyarakat yang di eksploitasi dan diekspansi, kedua masyarakat dengan keberlimpahan komoditas hidup.

Fase eksploitasi dan ekspansi dizaman sekarang, mungkin bisa dikatakan telah terkikis fenomenanya. Maka dari itu, menurut Marcuse, abad modern merupakan abad dimana manusia bergelimpah dengan komoditas-komidtas yang mereka butuhkan, tidak ada lagi kemiskinan, kelaparan, genosida, penjajahan, perang, dan lain sebagainya. Namun, surga yang turun terlalu cepat ini, bagi Marcuse merupakan bentuk dari penina-boboan nalar kritis masyarkat terhadap realita sosial dalam skema one-deminsional man. Pembunuhan nalar kritis masyarakat merupakan kondisi dimana rakyat merasa dirinya senang, bahagia, berkecukupan, tidak ada lagi kehidupan miskin, perang, eksploitasi, penajajahan, genosida, dan sebagainya. Padahal, dewasa ini yang dibunuh bukan raga dan nyawa-nya, namun nalar dan moralnya. Hal tersebut tidak terlepas dari buah tangan orang-orang kapital, termasuk hoax.

Orang-orang kapitalis memanfaatkan sebaik mungkin perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (seperti Einsten yang harus tunduk kepada rezim pemerintah) agar bisa menjadi akumulasi kapital mereka. Hasil panen dari tanaman yang bernama iptek, menghasilakn begitu banyak varian buah yang matang dan siap makan bagi konsumennya. Secara mengadidaya, teknologi menghasilkan apapun kebutuhan manusia―baik dari skala kebutuhan barang primer, sekunder, dan tersier. Maka dari itu, kapitalisme melakukan perangsangan terus menerus kepada masyarakat agar mereka tidak habis-habisnya menjadi konsumen dari segala bentuk komoditas yang dihasilkan ilmu pengetahuan. Untuk itu, hoax merupakan salah satu hasil panen tanaman iptek yang secara kebetulan, petani-nya merupakan segerombolan tikus-tikus sawah yang rakus akan padi rakyat. Naluri alami tikus adalah mencuri dan mencuri, bagaimanapun caranya yang terpenting bagi mereka adalah akumulasi kapital dan kesejahteraan sosial bagi tikus dan keluarga.

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/