Ibadah Manusia Merdeka

Oleh: Minrahadi Lubis

Mengulas Kembali  Ceramah Prof. Minhaji

Prof. Minhaji dalam ceramahnya diawal Ramadhan menyebutkan bahwa masyarakat Yahudi yang hidup di Mesir mayoritas adalah budak, dan budak didefinisikan oleh Prof. Minhaji sebagai seseorang yang melaksanakan sesuatu ketika sesuatu tersebut diperintahkan kepadanya. Oleh karena mayoritas masyarakat Yahudi di Mesir adalah budak yang tidak akan melakukan sesuatu ketika tidak diperintah, maka syari’at yang diturunkan kepada mereka berupa perintah-perintah yang keras. Begitulah kesimpulan yang ditarik oleh Prof. Minhaji dalam ceramahnya. Kesimpulan tersebut merupakan kesimpulan yang mengandung paradoks, sebab untuk menaklukkan atau membuat seorang budak tunduk terhadap peraturan tidak akan membutuhkan perintah yang keras. Jika untuk menundukkan seseorang harus menggunakan perintah-perintah yang keras maka seseorang tersebut bukanlah budak namanya, melainkan seorang pembangkang. Oleh karena itu saya menyimpulkan bahwa kerasnya perintah-perintah yang diturunkan kepada masyarakat Yahudi bukan dikarenakan mereka itu mayoritas budak, tetapi seharusnya dikarenakan mereka itu mayoritas pembangkang.

Pembangkangan manusia selalu diredam dengan kekerasan. Semakin seseorang membangkang terhadap peraturan-peraturan yang diperintahkan kepadanya maka upaya untuk menundukkan seseorang tersebut juga semakin keras, sekalipun kekerasan tidak selamanya berhasil untuk menundukkan dan menaklukkan si pembangkang. Socrates adalah salah satu contoh diantara banyak para pembangkang yang tidak bisa ditundukkan. Demi mempertahankan prinsip-prinsipnya, Socrates lebih memilih mati dengan meneguk racun sebagai wujud dari pembangkangannya terhadap pemerintah Athena daripada melepaskan prinsip-prinsip yang ia pegang teguh serta ia yakini kebenarannya.



Menurut saya, ada satu hal yang cukup krusial dari ceramah Prof. Minhaji yaitu berkaitan dengan definisi budak yang ia lontarkan. Jika Prof. Minhaji mendefinisikan budak seperti diatas dan definisi tersebut kita anggap benar maka siapa saja -tanpa terkecuali- yang beribadah ketika ada perintah adalah budak dan kualitas ibadah mereka adalah kualitas ibadahnya para budak. Sebaliknya siapa saja yang enggan beribadah sekalipun telah diperintah maka mereka saya sebut sebagai pembangkang. Sekalipun keduanya sama-sama mempunyai konotasi yang negatif, namun tampaknya  pembangkang jauh lebih baik ketimbang budak, sebab pembangkang –sekalipun tidak selamanya- melakukan tindakan pembangkangan atas dasar pilihannya sendiri adalah manusia yang merdeka, sedangkan budak seperti mereka yang beribadah ketika diperintah adalah manusia yang tidak merdeka karena harus tunduk kepada suatu perintah yang. Inilah konsekuensi yang harus diterima oleh Prof. Minhaji jika ia mendefinisikan budak seperti diatas dan jika ia menolak konsekuensi tersebut berarti ia tidak konsisten dengan apa yang ia sampaikan dalam ceramahnya.

Sebenarnya berbicara tentang budak dimasa sekarang rasanya sudah tidak relevan lagi, sebab sistem perbudakan sudah dihapus dari muka bumi. Sekalipun sistem yang melegalkan perbudakan sudah tidak ada lagi, namun manusia-manusia yang bermental budak masih banyak dijumpai. Oleh karena itu saya rasa lebih relevan untuk membicarakan bagimanakah seseorang bisa disebut bermental budak.

Sama halnya dengan budak, tunduk, patuh, dan taat juga merupakan sifat yang mutlak ada bagi manusia yang bermental budak. Namun sifat-sifat itu belumlah cukup untuk menggambarkan bagaimana manusia yang bermental budak sebenarnya, karena seseorang yang patuh terhadap perintah yang diberikan kepadanya, dan kepatuhannya tersebut didasari dengan pertimbangan yang rasional serta pilihan yang merdeka, tidaklah pantas disebut sebagai manusia bermental budak. Saya menyimpulkan bahwa mereka yang bermental budak adalah mereka yang patuh terhadap otoritas tanpa dibarengi dengan pertimbangan yang rasional serta pilihan yang merdeka. Merekalah yang melaksanakan sesuatu semata-semata karena perintah, bukan ketika diperintah sebagaimana Prof. Minhaji menyebutkan.

Siapakah Manusia Merdeka?

Manusia merdeka bukanlah manusia yang bebas mutlak sebagaimana yang digambarkan oleh Sartre, karena manusia yang demikian menurut saya akan berujung pada dua hal yaitu pembangkang dan penindas. Pembangkang sebagaimana yang telah disinggung diatas tidak selamanya disebut sebagai manusia yang bebas, ia hanya bebas jika pembangkangannya didasari dengan pertimbangan yang rasional dan pilihan yang merdeka. Jika pembangkangannya tidak didasari dengan pertimbangan yang rasional maka pembangkangannya adalah pembangkangan yang membabi buta dan mereka yang melakukan pembangkangan secara membabi buta tak ubahnya seperti orang-orang yang turun ke jalanan untuk menyatakan sikap kontra terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah namun di sisi lain mereka tidak pernah melakukan hal yang sama untuk menyatakan sikap pro terhadap pemerintah ketika kebijakan yang diambil pemerintah mereka anggap berada di jalan yang benar. Pembangkan yang demikian -sebagaimana yang dinyatakan oleh Erich Fromm-telah berubah bentuk menjadi pemberontak. Begitu pula pembangkangan yang tidak didasari atas pilihan yang merdeka melainkan atas kehendak orang lain atau oknum-oknum tertentu yang berkepentingan maka pembangkangan yang demikian hanya menjadi sarana bagi kepentingan orang lain, mereka yang melakukan tindakan pembangkangan demi memenuhi keinginan orang lain adalah mereka yang biasanya turun serta berteriak dijalanan tanpa mengetahui apa dan siapa yang ditentang.

Penindas jauh lebih buruk ketimbang pembangkang karna penindas adalah manusia yang mutlak tidak merdeka sekalipun ia melakukan penindasan atas dasar pilihannya yang merdeka. Itu dikarenakan penindas mengenyampingkan rasio yang menyebabkan ia dibelenggu oleh kehendaknya sendiri. Bagaimana bisa dikatakan bahwa penindas dalam melakukan penindasan tidak menggunakan rasionya? Karena tidak ada penindasan yang rasional, sekalipun penindasan bisa dirasionalisasi namun secara inhern penindasan itu tidaklah rasional sama tidak rasionalnya dengan penindas itu sendiri. Manusia yang merdeka tentunya adalah manusia yang dalam melakukan sesuatu selalu melibatkan rasio dan kehendaknya yang merdeka sehingga ia tidak pernah patuh dan membangkang secara membabi buta terhadap perintah yang diberikan kepadanya bahkan sekalipun itu adalah perintah Tuhan. Manusia yang merdeka juga tidak beribadah hanya semata-mata karena perintah, benar bahwa pada dasarnya tanpa adanya perintah dari Tuhan untuk beribadah manusia tidak akan tau apa dan bagaimana sebenarnya ibadah itu, namun untuk selanjutnya ibadahnya manusia yang merdeka didasari atas kehendaknya sendiri untuk merealisasikan dirinya sebagai makhluk Tuhan yang merdeka.


http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/