Kita Berhak Bahagia dan Memiliki Rasa Aman

 

Apakah hubunganmu dengan pasangan layak untuk dipertahankan ?

Pertanyaan ini mungkin membuat yang mempunyai pasangan akan berpikir ulang. Sekalipun sampai hari ini hubungan kalian terasa baik-baik saja. Haha

Toxic relationship atau hubungan beracun menurut Dr. Lilian Glass penulis buku toxic people adalah hubungan apapun antara orang-orang dimana mereka tidak saling dukung, didalamnya ada konflik dimana yang satu berusaha menghancurkan yang lain. Ada persaingan, rasa tidak hormat, dan kurangnya kekompakan.

Toxic people kemungkinan pernah sangat terluka di masa lalunya, tapi belum dapat bertanggung jawab terhadap luka, perasaan, kebutuhan, dan masalah lainnya di kemudian hari.

Walaupun kepribadian toxic tidak termasuk ke dalam sebuah diagnosa gangguan kesehatan mental, tapi Walden University berdasarkan pada Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) edisi ke-5 mendeskripsikan kelakuan toxic sebagai salah satu tanda adanya gangguan kepribadian pada seseorang.

Dalam DSM juga dijelaskan bahwa ciri-ciri penting dari sebuah gangguan kepribadian adalah gangguan fungsi kepribadian (kepada diri sendiri maupun orang lain) serta adanya ciri-ciri kepribadian yang merugikan dan patologis.

Contohnya, orang yang mengidap gangguan narsistik mungkin juga akan cenderung berperilaku toxic karena tidak dapat mengenali atau mengidentifikasi perasaan dan kebutuhan orang lain.

Berpisah dengan pasangan sejatinya merupakan topik yang cukup awokword, membagongkan. Bahkan kasus ini bisa terjadi baik untuk pasangan yang baru berjalan hitungan bulan atau bahkan yang hitungan tahun.

Kultur kita dalam memandang soal relathionship kebanyakan memikirkan bahwa pasangan adalah komoditas yang bisa diobjetifikasi layaknya barang yang bisa dimiliki oleh salah satunya. Relasi yang dibangun kebanyakan tidak memandang bahwa pasangan adalah support emosional yang setara. Yang lebih membagongkan adalah ketika relasi hubungan yang dibangun ada pihak yang seolah-olah menjadi tuan atau penguasa bagi lainnya.

Hal ini menjadikan kehidupan masing-masing pasangan memiliki banyak perbedaan antara satu dengan lainnya. Perbedaan ini juga sangat dipengaruhi oleh latarbelakang yang berbeda. Baik itu dilihat dari sisi pendidikan, keluarga, lingkungan hidup, pertemanan, ekonomi dan lain sebagainya. Akumulasi dari proses yang dijalaninya dalam bergumul dengan sekitarnya berdampak terhadap pola pikir dan sikapnya sehingga menjadikan karakter dalam bertindak dengan orang lain akan seperti apa.



Memang pasang surut dalam hubungan adalah hal yang biasa. Namun terlalu banyak konflik yang tak kunjung usai bisa berakibat fatal terhadap kesehatan mental dan fisik seseorang. Hubungan beracun ini bisa terjadi antara sesama teman, pasangan, antar keluarga, sesama anggota komunitas atau organisasi bahkan rekan kerja. Hubungan toksik ini terjadi ketika momen negatif lebih banyak dibanding dengan momen positif.

Pertemanan menentukan masa depan. Penting sekali kita berada dalam pertemanan yang sehat. Kita tidak mungkin maju ditengah pertemanan yang beracun. Pergaulan yang sehat akan memaksa kita untuk terus berkembang dan menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Termasuk soal pacaran. Memiliki pasangan bisa menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik atau justru semakin menjauh. Seharusnya hubungan antara dua orang yang berpacaran itu bisa saling menguatkan.

Sepasang kekasih bisa dianggap mempunyai hubungan yang beracun ketika dalam menjalankan hubungannya dipenuhi dengan rasa cemas, gugup, terus menerus merasa sedih, tidak merasa bahagia, marah , dan terkesan pasrah didekat pasangannya. Dalam hubungan yang beracun seseorang akan mencoba untuk menjadi yang terbaik walaupun itu bertolak belakang dengan karakter yang dia miliki. Dia berusaha untuk melakukan apapun agar hubungannya bisa tetap awet, walaupun dengan cara yang paling menjengkelkan, posessif. Apalagi sampai pada tindakan Abuse relationship (tindak kekerasan yang sengaja dilakukan terhadap pasangan)

Ada 3 juga ciri hubungan yang toxic :

  1. Melelahkan jiwa / menjadi beban
  2. Mencelakakan
  3. Menyesatkan

Menurut psikolog, orang-orang yang memiliki hubungan yang sehat adalah ketika mereka bisa saling support, saling mempengaruhi untuk bisa menjadi versi terbaiknya dan itu tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Ada 3 ciri hubungan yang sehat:

  1. Menyegarkan jiwa
  2. Mempertajam (produktif)
  3. Mengarahkan (membuat hidup kita lebih baik)

Lantas bagaimana bisa terhindar dari hubungan yang beracun ?

  1. Coba untuk mengenal diri sendiri lebih dalam
  2. Jadilah sumber kebahagiaan untuk dirimu sendiri
  3. Atur batasan-batasan antara kamu dan pasangan/ dengan lainnya
  4. Jalinlah hubungan dengan orang yang memiliki tujuan yang sama
  5. Beri waktu untuk diri sendiri

Kita Berhak Untuk Aman.

Dari pembahasan mengenai hubungan yang toksik, paling mengkhawatirkan adalah ketika seseorang akhirnya sampai melakukan tidakan Abuse Relationship.

Dari kasus toxic relationship ini mungkin banyak yang menganggap hal yang sepele, hanya drama kehidupan.

Tapi jangan salah. Hal ini akan menadi serius ketika semisal pada tahun 2016 saja komnas perempuan mencatat ada sekitar 5700-an kasus kekerasan terhadap istri, 2100-an kekerasan dalam pacaran, dan 1700-an kekerasan terhadap anak perempuan.

Rapeculture atau budaya pemerkosaan adalah sebuah konsep sosiologi untuk keadaan dimana pemerkosaan dianggap wajar dan normal karena sikap masyarakat terhadap gender dan seksualitas. Oxford Dictionaries mendifinisikan rapeculture sebagai istilah yag digunakan untuk menggambarkan masyarakat ataupun lingkungan yang terkesan menyepelekan tindakan pelecehan seksual. Secara garis besar repculture ini juga berarti tindakan pelecehan seksual didefinisikan sebagai tindakan yang berkaitan dengan seks yang sifatnya tidak diinginkan baik berbentuk verbal maupun fisik.

Menurut Alimatul Qibtiyah, ketua sub komisi Pendidikan Komnas Perempuan rape culture bukan hanya soal pemerkosaan saja. Akan tetapi sebuah budaya yang menjadikan perkosaan dan kekerasan seksual sebagai sesuatu yang normal, wajar terjadi dan ditoleransi di media masa.

Berikut bagan pelecehan seksual menurut PBB:

(Source: Reuters)

6,5% dari total 25.213 responden mereka mengaku pernah diperkosa. Akan tetapi, 93% dari mereka tidak melaporkan tindakan kriminal ini ke polisi. Alasan terbesar dari mengapa para korban menutupi kejadian ini adalah karena mereka takut akan stigma sosial yang akan mereka dapatkan dari masyarakat (Source: Reuters).

Temuan ini sedikit banyak menunjukkan bagaimana budaya patriarki masih mendarah daging dalam masyarakat Indonesia. Di suatu Negara (Indonesia) yang tidak mengakui adanya tindak kriminal pemerkosaan dalam pernikahan, dapat dilihat suatu pesan yang tersirat, “Bahwa wanita memiliki posisi di bawah laki-laki”. Entah bagaimana logikanya, seorang wanita seakan-akan menjadi milik suaminya ketika mereka sudah menikah sehingga suami memiliki hak (secara hukum) untuk menyalurkan nafsu kelaminnya kepada istrinya tanpa persetujuan sang istri.

Bukan hanya itu, ada pandangan seakan-akan bahwa hal terpenting dari seorang wanita adalah keperawanannya. Stigma sosial yang sering harus dihadapi korban pelecehan seksual adalah bahwa dia sudah “kotor”, sehingga dia tidak memiliki masa depan lagi. Perasaan serupa dihadapi oleh RS, seorang wanita yang berumur 34 tahun. Ketika masih berumur 14 tahun, RS dicekoki obat-obatan oleh om-om berumur 33 tahun yang kemudian memperkosanya. RS yang merasa tidak suci lagi sempat mencoba bunuh diri karena beban mental yang dihadapinya. Parahnya lagi, keluarganya malah menikahkan dia dengan pemerkosanya dengan alasan “Takut mencegah aib” (Source: Jawapos).

Cerita-cerita seperti ini jelas menunjukkan seberapa timpangnya tingkat kesetaraan antara wanita dan pria di Indonesia. Ketika kita berbicara tentang pria, tidak aka nada yang bertanya apakah seorang pria itu perjaka atau tidak. Akan tetapi, ketika fokusnya adalah ke wanita, entah mengapa menjadi penting untuk mengetahui status keperawanannya ketika dia mau menikah, masuk sekolah, hingga mendaftar kerja.

Sudah saatnya masyarakat kita berhenti memperlakukan wanita seperti warga kelas dua. Dan baik laki-laki maupun perempuan kita behak untuk merasa aman dan nyaman hidup tanpa adanya ketakutan dan pengkerdilan terhadapnya.


http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/