Kritisisme Immanuel Kant: Sintesa Apriori dengan Aposteriori Dalam Kesadaran Pengetahuan

Fenomena akal budi terjadi ketika fase pencerahan di barat. Lahir 2 kota besar yang pertama rasionalisme dengan porosnya Perancis dan tokoh besarnya Rene Descartes serta yang kedua empirisisme dengan kiblatnya yakni Inggris. Rasionalisme mengatakan bahwa, pengetahuan itu kuncinya ada dalam akal, tanpa akal pengetahuan bak daratan yang kering tanpa air laut yakni pengetahuan. Sedangkan empirisme berpendapat bahwa, kunci dari pengetahuan justru dari pengalaman. Akal itu tidak ada apa-apanya. Akal itu hanya kacamata. Tangga nada dalam pengalaman.

Seorang yang bugar dan sehat jika dia dikurung dalam kamar, dia tidak punya pengalaman dan pikirannya pasti pendek. Berbeda dengan seseorang yang sering berkelana, pikirannya luas wawasannya luas. Namun, rasionalisme tetap menegasikan asumsi tersebut, menurutnya akal merukan the key to open the door of knowledge. Sejauh apapun fenomenologi yang kamu alami, jika akal mu belum terkonstruk maka semua hanya akan mengakibatkan kecacatan logika pengetahuan. Logikanya, jika nalar kita belum terbangun maka sebanyak apapun buku yang dibaca, sedalam apa diskusi yang dilakukan, semua berakhir pada kecacatan berfikir karena tidak mampu memahami subtansi dari suatu perkara. Seorang Dosen menjelaskan tentang hukum phytagoras dalam segitiga siku-siku, mahasiswa-nya hanya bisa termenung dalam diam karena akalnya cacat.

Perdebatan atau dialektika ini terbangun diantara abad renaicanse dan aufklarung (sebelum modern). Hal demikian pula menyasar kepada klaster umat beragama, antara memahami rasionalisme sebagai kebenaran dan fakta kewahyuan yang menjadi dogma agama. Mana yang lebih penting kebenaran akal atau iman atas dasar kepercayaan kepada tuhan─kitab suci. Immanuel kant datang di tengah-tengah diskusi tersebut.

Immanuel kant berpendapat, keduanya benar namun, keduanya pun salah. Jika dilihat dari cara berfikir, asumsi kedua pemikiran benar─terdapat aspek empirisme dan aspek rasionalismenya. Tetapi, keduanya juga salah karena reduktif serta berlebihan. Akal dan pengalaman merupakan komponen tetap yang saling mendukung.  Akal tidak akan bermutasi menjadi nalar, jika tidak didasari dari pengalaman. Begitu pula pengalaman, tidak akan terlahir teori jika tidak menggunakan akal/ nalar.

Jadi, pengetahuan kita memang datang dari pengalaman. Namun, pengalaman itu akan menjadi teori, konsep, pemahaman, tergantung akal itu sendiri. Sebuah teori lahir dari kritik akal terhadap fenomena yang terjadi. Sehingga, perdebatan antara akal dan pengalaman sudah terjawab dari zamannya Immanuel Kant. Tidak ada yang dinomor satukan karena keduanya sama. Sama penting untuk membangun pondasi Ilmu Pengetahun. Al-quran hanya akan menjadi buku cetak yang tidak ada nilai guna, jika akalmu tidak terbangun untuk memahaminya. Sebaliknya, akal tidak akan berguna jika al-quran ditinggalkan sebagai objek dari pengalaman yang terdokumentasikan.

Setelah Kant mengkritik paham rasionalisme dan empirisme, muncul-lah gagasan baru dari Kant yang disebut dengan Fenomenalisme Kant. Dalam teori Fenomenalisme Kant, ia mengatakan bahwa kita tidak mempunyai pengetahuan tentang sesuatu seperti adanya, tetapi sesuatu itu nampak pada diri kita sebagai gejala tertentu. Pengetahuan dalam diri kita terklasifikasi kedalam dua bagian─pertama das ding an sich, pengetahuan yang ada pada dirinya sendiri. Das ding an sich sering kita kenal dengan nomena. Nomena didefinisikan sebagai pengetahuan yang ada pada diri kita sendiri tanpa dikonstruk dari pengetahuan luar. Fase awal pengetahuan berawal dari nomena yang terkonstruk dari diri seseorang. Kemudian, pengetahuan itu berlanjut kepada aspek verifikasi kebenaran dengan cara menampakan pengetahuan tersebut pada diri kita sendiri, atau yang disebut dengan fenomena.

Setiap pengetahuan yang lahir dari nomena akan bermutasi menjadi fenomena, karena hal tersebut terkonstruk pada diri kita sesuai dengan perspektif yang kita pakai. Nomena dan fenomena merupakan dua aspek yang dikenalkan oleh Immanuel Kant dalam filsafatnya untuk mensintesakan aliran rasionalisme dan empirisme. Sintesa yang dilakukan oleh Kant, kemudian kita kenal dengan filsafat Kritisisme Kant.

Dengan modal itu, Immanuel kant membagi pengetahuan manusia kedalam dua bagian. Pertama pengetahuan apriori yang kedua pengetahuan aposteriori. A priori adalah pengetahuan yang tidak membutuh pengalaman. Logika merupakan alat untuk mendapatkan kebenaran. Sedangkan, aposteriori adalah pengetahuan yang membutuhkan pengalaman untuk membuktikan bahwa pengetahuan tersebut benar. Secara sederhana apriori menjadikan pengetahuan hanya sampai kepada kesadaran pikiran (metafisik) yang sifatnya universal. Sedangkan, aposteriori menggunakan indera atau perspektif subjek untuk mengukur pengetahuan itu benar atau tidaknya.

Analoginya, jika apriori mempercayai seorang pengendara motor akan menerobos lampu lalu lintas yang sedang berwarna merah dikarenakan pengetahuan yang diberikan adalah lampu tersebut baru kuning dan merah pada saat pengendara sudah melewati mark jalan. Kebenaran yang ia konstruk berangkat dari informasi/ pengetahuan yang dianalisa menggunakan logika, jika secara logika dapat dibenarkan maka pengetahuan tersebut tergolong kepada general truth. Namun, aposteriori akan mempercayai pengendara motor menerobos lampu merah, jika ia melihat rekaman cctv atau menyaksikan secara langusung kejadian tersebut.

Kant mencoba menjadi penengah dari kedua paham tersebut. Kant memberikan sintesa baru terhadap perdebatan yang terjadi antara kedua paham tersebut yakni kemungkinan. Dengan kemungkinan kedua perselisihan tersebut akan terselesaikan, karena keduanya mengamini bahwa ada yang disebut dengan kemungkinan karena hal tersebut berbicara sebatas pengetahaun saja, bukan ilmu pengetahuan.

Ilmu pengetahuan dalam dua belas kategorikan mengharuskan adanya hukum causalitas atau sebab-akibat. Produk dari sebab akibat adalah logika dan etika. Kedua hal tersebut (logika dan etika) integral dengan kausalitas, dalam artian tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu haruslah dipahami mana yang disebut dengan data, pengetahuan, dan ilmu pengetahuan.

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/