Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar variabel. Itu tidak menggambarkan sifat hubungan seperti dalam penelitian deskriptif dan tidak dapat digunakan untuk menentukan penyebab sebagai penelitian eksperimental. Sebaliknya, ini mengukur sejauh mana dua variabel saling terkait.

Rancangan Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional adalah jenis penelitian non-eksperimental di mana peneliti mengukur dua variabel dan menilai hubungan statistik (yaitu, korelasi) di antara kedua variabel tersebut dengan sedikit atau tidak ada upaya untuk mengendalikan variabel bebas (variabel extraneous).

Korelasi berarti asosiasi – lebih tepatnya itu adalah ukuran sejauh mana dua variabel terkait. Ada tiga hasil yang mungkin dari studi korelasional: korelasi positif, korelasi negatif, dan tidak ada korelasi.

  • Korelasi positif, Korelasi positif antara dua variabel adalah ketika peningkatan satu variabel mengarah pada peningkatan variabel lainnya dan penurunan satu variabel akan berdampak pada penurunan variabel lainnya. Misalnya, jumlah uang yang dimiliki seseorang mungkin berkorelasi positif dengan jumlah mobil yang dimilikinya.
  • Korelasi negatif, Korelasi negatif secara harfiah adalah kebalikan dari korelasi positif. Ini berarti, jika ada peningkatan dalam satu variabel, variabel lainnya akan menunjukkan penurunan dan sebaliknya. Misalnya, tingkat pendidikan mungkin berkorelasi negatif dengan tingkat kejahatan ketika peningkatan satu variabel menyebabkan penurunan variabel lain dan sebaliknya. Ini berarti jika dalam beberapa hal tingkat pendidikan di suatu negara ditingkatkan, hal itu dapat menurunkan tingkat kejahatan.
  • Tidak ada korelasi (Korelasi nol), Ini berarti perubahan dalam satu variabel tidak berpengaruh pada variabel lain, atau dengan kata lain tidak ada hubungan antara dua variabel. Misalnya tidak ada hubungan antara jumlah teh yang diminum dan tingkat kecerdasan.

Metode Penelitian Korelasional

Terdapat beberapa bentuk metode penelitian korelasional yang dapat dilakukan, antara lain:

1) Studi Hubungan

Studi hubungan dilakukan sebagai usaha untuk mendapatkan pemahaman faktor apa saja atau variabel yang berhubungan dengan variabel yang kompleks, misalnya seperti hasil belajar akademik, konsep diri dan motivasi. Variabel yang diketahui tidak memiliki hubungan dapat dieliminasi dari perhatian atau pertimbangan  selanjutnya. Identifikasi variabel yang berhubungan bisa membantu beberapa tujuan utama, pertama studi kasus hubungan bisa memberikan arah untuk melanjutkan studi kausal-komparatif ataupun eksperimental. Kedua, studi hubungan bisa membantu peneliti mengidentifkasi variabel-variabel seperti itu, yang berguna untuk mengontrol, dan selanjutnya menyelidiki pengaruh variabel bebas yang sesungguhnya.

Pada studi kausal – komparatif dan eksperimental, peneliti juga berkonsentrasi pada pengontrolan variabel selain variabel bebas, yang mungkin saja berhubungan dengan variabel terikat dan menyingkirkan pengaruhnya agar tidak bercampur dengan pengaruh variabel bebas.

2) Studi Prediksi

Bila variabel memiliki hubungan yang signifikan, skor pada satu variabel bisa digunakan untuk memprediksikan skor pada variabel yang lainnya. Misalnya, Peringkat SMA, bisa  dipakai untuk memprediksikan peringkat di perguruan tinggi. Variabel yang mendasar pembuatan diacu sebagai kriteria.

Studi prediksi digunakan untuk memudahkan dalam pengambilan suatu kesimpulan mengenai individu atau membantu dalam pemilihan individu. Studi prediksi juga digunakan untuk menguji hipotesis teoretis tentang variabel yang dipercaya menjadi pediktor pad suatu kriteria, dan untuk menentukan validitas prediktif dari instrumen pengukuran individual.

Bila beberapa variabel prediktor masing-masing memiliki hubungan dengan suatu variabel kriteria, prediksi yang didasarkan pada kombinasi dari beberapa variabel tersebut akan lebih akurat daripada didasarkan hanya pada salah satu darinya.

3) Korelasi Multivariat

Korelasi multivariat merupakan teknik yang digunakan untuk mengukur dan menyelidiki tingkat hubungan antara kombinasi dari tiga variabel atau lebih. Terdapat beberapa teknik yang bisa digunakan (Shaughnessy & Zechmeister, 2007) antara lain: 1) korelasi bivariate; 2) regresi dan prediksi; 3) regresi ganda; 4) analisis faktor; 5) rancangan korelasi yang digunakan untuk membuat kesimpulan kausal; dan 6) korelasi kanoik. Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut.

4) Korelasi Bivariat

Rancangan penelitian korelasi bivariat merupakan suatu rancangan penelitian yang memiliki tujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara dua variabel. Hubungan antara 2 variabel tersebut diukur. Hubungan tersebut mempunyai tingkatan dan arah. Tingkat hubungan menunjukkan bagaimana atau seberapa kuatnya hubungan tersebut, umumnya diungkapkan dalam angka antara -1 dan +1, tingkatan hubungan itu dinamakan koefisien korelasi. Korelai zero (0) mengindikasikan tidak adaanya hubungan antarvariabel. Koefisiensi korelasi yang bergerak ke arah -1 atau +1, merupakan korelasi sempurna pada kedua ekstrem. Arah hubungan diindikasikan dengan semakin tinggi skor pada suatu variabel, semakin tinggi pula skor pada variabel lain dan begitu pula sebaliknya. Hubungan antara prestasi dan motivasi belajar merupakan contoh korelasi positif. Sedangkan, hubungan antara sehat dan stres merupakan contoh korelasi negatif.

5) Regresi dan Prediksi

Bila terdapat korelasi antara 2 variabel, dan peneliti mengetahui skor pada salah satu variabel, peneliti dapat meprediksikan skor pada variabel kedua. Regresi merujuk pada seberapa baik peneliti bisa membuat prediksi semacam ini. Sebagaimana pendekatan koefisien korelasi baik yang bernilai -1 maupun +1, prediksi peneliti dapat lebih baik. Sebagai contoh, terdapat hubungan antara kesehatan dan stres. Jika peneliti mengetahui skor stres seseorang, maka peneliti mampu memprediksikan skor kesehatan seseorang tersebut dimasa yang akan datang.

6) Regresi ganda

Teknik ini digunakan untuk memprediksi suatu fenomena yang kompleks, karena jika hanya dengan menggunakan satu faktor (variabel prediktor) seringkali hasilnya kurang akurat. Dalam banyak hal, semakin banyak informasi yang didapatkan semakin akurat prediksi yang bisa dibuat (Mc Millan & Schumaker, 2010), yaitu dengan menggunakan kombinasi dua atau lebih variabel prediktor. Penggunaan dua atau lebih variabel prediktor akan membuat prediksi terhadap variabel kriteria lebih akurat dibanding dengan hanya menggunakan masing-masing variabel prediktor secara sendiri-sendiri. Sehingga, penambahan jumlah prediktor akan meningkatkan akurasi prediksi kriteria.

7) Analisis Faktor

Prosedur statistik yang satu ini mengidentifikasi pola variabel yang ada. Sejumlah besar variabel dikorelasikan dan terdapatnya antar korelasi yang tinggi mengindikasikan suatu faktor penting yang umum. Sebagai contoh, peneliti dapat mengukur sejumlah besar aspek kesehatan fisik, mental, emosi, dan spiritual. Setiap pertanyaan akan memberikan kepada peneliti suatu skor. Korelasi yang tinggi baik positif itu maupun negatif antara beberapa skor ini akan mengindikasikan faktor penting yang bersifat umum. Banyak pertanyaan berbeda yang dapat diberikan, yang kemungkinan dapat mengukur faktor kesehatan emosional. Dalam kasus ini akan terdapat korelasi yang tinggi antara pertanyaan tentang marah, depresi, cemas, dan seterusnya. Atau di lain pihak, bila masing-masing pertanyaan merupakan faktor terpisah, akan terdapat korelasi yang kecil antara pertanyaan yang berhubungan dengan marah, depresi, cemas, dan seterusnya.

8) Rancangan Korelasional yang Digunakan untuk Menarik Kesimpulan Kausal

Terdapat 2 rancangan yang bisa digunakan guna membuat pernyataan-pernyataan tentang sebab dan akibat menggunakan metode korelasional. Rancangan tersebut yaitu rancangan analisis jalur (path analysis design) dan rancangan panel lintas-akhir (cross-lagged panel design).

Analisis jalur digunakan untuk menentukan yang mana dari sejumlah jalur yang menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya. Sebagai contoh, peneliti mengetahui adanya suatu hubungan antara kesehatan dan stres. Analisis jalur digunakan untuk memperlihatkan bahwa terdapat jalur kecil melalui psikologi, jalur utama yang berhubungan dengan kesehatan dan stres melalui perilaku sehat. Artinya kita mengetahui bahwa stres memengaruhi faktor-faktor psikologi seperti coronary dan fungsi-fungsi kekebalan. Kita juga mengetahui bahwa kita stres, kita menghentikan kehati-hatian terhadap diri kita, kita kurang tidur, makan kurang baik, gagal memperoleh latihan-latihan yang layak, dan seterusnya. Penelitian memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang lebih kuat antara stres, perilaku sehat, dan kesehatan daripada antara stres, psikologi, dan kesehatan.

9) Korelasi Kanonik

Pada dasarnya teknik ini sama dengan regresi ganda, yaitu dengan mengombinasikan beberapa variabel untuk memprediksi variabel kriteria. Namun, tidak seperti regresi ganda yang hanya melibatkan satu variabel kriteria, korelasi kanonik melibatkan lebih dari satu variabel kriteria. Korelasi kanonik berguna untuk menjawab pertanyaan, bagaimana serangkaian variabel prediktor memprediksi serangkai variabel kriteria? Sehingga, korelasi kanonik ini bisa dianggap sebagai perluasan dari regresi ganda, dan sebaliknya, regresi berganda bisa dianggap sebagai bagian dari korelasi kanonik (Kerlinger dan Pedhazur, 1987). Korelasi ini seringkali digunakan dalam penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk meentukan apakah sejumlah variabel mempunyai hubungan satu sama lain yang serupa atau berbeda.

Rumusan Masalah Penelitian Korelasional

Pada penelitian korelasional, masalah yang dipilih harus memiliki nilai yang berarti dalam pola perilaku fenomena yang kompleks yang membutuhkan pemahaman. Disamping itu, variabel yang dimasukkan dalam penelitian harus berdasarkan pada pertimbangan, baik secara teoritis maupun logika, bahwa variabel tersebut memiliki hubungan tertentu. Hal ini biasanya bisa diperoleh berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Tiga bentuk rumusan masalah utama dalam penelitian korelasional, antara lain:

  • Apakah variabel X terkait dengan variabel Y?
  • seberapa baik variabel P memprediksi variabel C?
  • Apa hubungan antara sejumlah besar variabel dan prediksi apa yang dapat dibuat?

Tujuan Penelitian Korelasional

Tujuan penelitian korelasional untuk menentukan variabel mana yang berinteraksi dan jenis interaksi apa yang terjadi. Hal ini memungkinkan peneliti untuk membuat prediksi berdasarkan hubungan yang ditemukan. Misalnya, jika perubahan dalam variabel A secara konsisten menghasilkan perubahan ke variabel B, hubungan korelasional dapat dijelaskan.

Tinjauan Pustaka

Setelah permasalahan ditentukan, langkah berikutnya yaitu studi kepustakaan yang menjadi dasar untuk mendapatkan landasan teori, kerangka pikir dan penentuan dugaan sementara sehingga peneliti dapat mengerti, mengalokasikan, mengorganisasikan, dan menggunakan variasi pustaka dalam bidangnya. Beragam sumber untuk mendapatkan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti bisa dari jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah dan narasumber.

Teknik dan Analisis Data Penelitian Korelasional

  • Prosedur Pengumpulan Data

Terdapat beragam jenis instrumen penelitian bisa digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data masing-masing variabel. Misalnya angket, tes, pedoman interview dan pedoman observasi, sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data yang dikumpulkan harus dalam bentuk angka. Pada penelitian korelasional, pengukuran variabel bisadilakukan dalam waktu yang relatif sama. Sedangkan dalam penelitian prediktif, variabel prediktor harus diukur selang beberapa waktu sebelum variabel kriteria terjadi. Jika tidak demikian, maka menyebabkan prediksi terhadap kriteria tersebut tidak ada  artinya.

  • Analisis dan Interpretasi

Analisis data dalam penelitian korelasional yaitu dengan mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Dalam penelitian korelasional, teknik korelasi bivariat, sesuai dengan jenis datanya, digunakan untuk menghitung tingkat hubungan antara variabel yang satu dengan yang lain.

Sedangkan dalam penelitian prediktif, teknik yang digunakan yaitu analisis regresi untuk mengetahui tingkat kemampuan prediktif variabel prediktor terhadap variabel kriteria. Meskipun demikian, bisa juga menggunakan analisis korelasi biasa jika hanya melibatkan dua variabel.

Jika melibatkan lebih dari dua variabel, misalnya untuk menentukan apakah dua variabel prediktor atau lebih bisa digunakan untuk memprediksi variabel kriteria lebih baik jika digunakan secara sendiri-sendiri, teknik analisis regresi ganda, multiple regresion atau analisis kanonik.

Pelaporan hasil analisis biasanya dalam bentuk nilai koefisien korelasi atau koefisien regresi beserta tingkat signifikansinya, disamping proporsi variansi yang disumbangkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Interpretasi data pada penelitian korelasional ialah jika dua variabel dihubungkan maka akan menghasil koefisen korelasi dengan simbol (r). Hubungan variabel tersebut dinyatakan dengan nilai dari -1 samapai +1.  Nilai negatif (-) menunjukan korelasi negatif yang variabelnya saling bertolak belakang, sedangkan nilai positif (+) menunjukkan korelasi positif yang variabelnya saling mendekati ke arah yang sama (Syamsudin dan Vismaia, 2009).

Validasi dan Reabilitas

1) Validitas

Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggi jika tes tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang  tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya tes tersebut. Suatu tes menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan diadakannya pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.

Sisi lain dari pengertian validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid dapat menjalankan fungsi ukurnya dengan tepat, juga memiliki kecermatan tinggi. Arti kecermatan disini adalah dapat mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada atribut yang diukurnya.

Dalam pengujian validitas terhadap kuesioner, dibedakan menjadi 2, yaitu validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor).

Validitas item ditunjukkan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Bila kita menggunakan lebih dari satu faktor berarti pengujian validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor faktor, kemudian dilanjutkan mengkorelasikan antara skor item dengan skor total faktor (penjumlahan dari beberapa faktor).

Dari hasil perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak. Dalam penentuan layak atau tidaknya suatu item yang akan digunakan, biasanya dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi signifikan terhadap skor total.

Untuk melakukan uji validitas ini menggunakan program SPSS.  Teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji validitas adalah menggunakan korelasi Bivariate Pearson (Produk Momen Pearson). Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap à Valid. Jika r hitung ≥ r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).

2) Reliabilitas

Reliabilitas, atau keandalan, adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur. Hal tersebut bisa berupa pengukuran dari alat ukur yang sama (tes dengan tes ulang) akan memberikan hasil yang sama, atau untuk pengukuran yang lebih subjektif, apakah dua orang penilai memberikan skor yang mirip (reliabilitas antar penilai). Reliabilitas tidak sama dengan validitas. Artinya pengukuran yang dapat diandalkan akan mengukur secara konsisten, tapi belum tentu mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian, reliabilitas adalah sejauh mana pengukuran dari suatu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama. Penelitian dianggap dapat diandalkan bila memberikan hasil yang konsisten untuk pengukuran yang sama. Tidak bisa diandalkan bila pengukuran yang berulang itu memberikan hasil yang berbeda-beda.

Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas. Reliabilitas yang tinggi ditunjukan dengan nilai rxx mendekati angka 1. Kesepakatan secara umum reliabilitas yang dianggap sudah cukup memuaskan jika ≥ 0,70. Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala bertingkat.

Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna. Jika alpha antara 0,70 – 0,90 maka reliabilitas tinggi. Jika alpha 0,50 – 0,70 maka reliabilitas moderat. Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah. Jika alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliabel.

Daftar Pustaka

Arikunto, S. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ary, Donal. 1982. Pengantar Penelitian Dalam Kependidikan. Surabaya : Usaha Nasional.

Ezmir. 2009. Metodologi Peneltitian Pendidikan Kuntitatif dan Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Frankel, J. & Wallen, N. 1993. How to Design and Evaluate research in Education, (second edition). New York : McGraw-Hill Inc.

Kerlinger, F.N., dan Pedhazur, E.J. 1987. Korelasi dan Analisis Regresi Ganda. Yogyakarta: Nur Cahya.

McMillan, J.H. & Schumacher S. 2010. Research in Education. New Jersey: Pearson Education.

Muhammad, Farouk., dkk,. 2005. Metodologi Penelitian. Jakarta: Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Muhammad, Nasir. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : PT Ghalia Indonesia.

Nasoetion, Andi Hakim. 1992. Pandun Berpikir dan Meneliti Secara Ilmiah bagi Remaja. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia

Shaughnessy, J.J. Zechmeister, E.B. & Zechmeister, J.S., 2007. Metodologi Penelitian Psikologi. Edisi ke-7. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Syamsudin, A.R., dan Vismaia, S.D. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/