Penelitian Kualitatif

Latar Belakang

Penelitian dalam dunia pendidikan adalah hal yang sangat fundamental. Penelitian pendidikan dilakukan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, konsep, prinsip, dan generalisasi tentang pendidikan guna meningkatkan mutu isi, masukan, proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran.

Metode penelitian yang sering digunakan dalam pendidikan adalah metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berfokus pada aspek pengukuran dengan cara objektif terhadap fenomena sosial, sedangkan metode penelitian kualitatif lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Sedangkan penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif (Moleong, 2002).


Sugiyono (2013) menyatakan bahwa metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Dalam tulisan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai metode penelitian kualitatif. Dimulai dengan konsep dasar penelitian kualitatif, fungsi dan manfaat penelitian kualitatif, karakteristik dari penelitian kualitatif, landasan penelitian kualitatif, rancangan penelitian kualitatif, serta teknik dan analisis data dalam penelitian kualitatif.

Konsep Dasar Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru, dinamakan metode postpositivistik karena berlandaskan filsafat postpositivisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistik, karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola), dan disebut sebagai metode interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik, karena penelitiannnya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting), disebut juga sebagai metode etnografi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya, disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif (Sugiyono, 2013).

Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum, dan menafsirkan makna data. Laporan akhir penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. Siapapun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif, berfokus terhadap makna individual, dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan (Creswell, 2012).

Menurut Moleong (2002) penelitian kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dan diarahkan pada latar individu tersebut secara holistik atau utuh.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian ilmiah yang digunakan untuk meneliti suatu fenomena sosial secara alamiah yang bersifat deskriptif, interpretatif dan holistik, dengan peneliti sebagai instrumen utama dan hasil penelitian yang lebih menekankan pada makna.

Fungsi dan Pemanfaatan Penelitian Kualitatif

Pemanfaatan penelitian kualitatif menurut Sukmadinata (2013) diantaranya:

  1. Bagi pengembangan teori, penelitian kualitatif dengan teknik studi kasusnya sangat cocok untuk pengungkapan (exploratory) dan penemuan (discovery).
  2. Sumbangan bagi penyempurnaan praktik, penelitian kualitatif menghasilkan deskripsi dan analisis tentang kegiatan, proses atau peristiwa-peristiwa penting.
  3. Sumbangan bagi penentuan kebijakan, hasil penelitian kualitatif dapat memberikan sumbangan bagi perumusan dan implementasi serta perubahan kebijakan.
  4. Sumbangan bagi klarifikasi isu-isu dan tindakan sosial. Studi kasus dapat difokuskan pada pengalaman-pengalaman dalam kehidupan antar ras, dan kelompok etnik, kelas sosial, peranan gender.
  5. Sumbangan bagi studi-studi khusus yang tidak mungkin dapat diteliti oleh penelitian biasa. Kajiannya bersifat naturalistik, yakni melihat situasi atau fenomena nyata yang terus berubah secara alamiah, bersifat terbuka, dan tidak ada rekayasa.

Menurut Moleong (2002), Penelitian Kualitatif dapat difungsikan dan dimanfaatkan untuk:

  1. Penelitian-penelitian awal dimana subjek penelitian belum terdefinisikan dengan baik dan kurang dipahami.
  2. Pada upaya pemahaman penelitian perilaku dan penelitian motivasional.
  3. Untuk penelitian konsultatif.
  4. Memahami isu-isu rumit suatu proses.
  5. Memahami isu-isu rinci tentang situasi dan kenyataan yang dihadapi seseorang.
  6. Untuk memahami isu-isu yang sensitif.
  7. Untuk keperluan evaluasi.
  8. Guna meneliti latar belakang fenomena yang tidak dapat diteliti menggunakan penelitian kuantitatif.
  9. Dimanfaatkan untuk meneliti tentang hal-hal yang berkaitan dengan latar belakang subjek penelitian.
  10. Digunakan untuk lebih memahami setiap fenomena yang sampai sekarang belum banyak diketahui.
  11. Digunakan oleh peneliti yang ingin meneliti sesuatu secara mendalam.
  12. Dimanfaatkan oleh peneliti yang berminat untuk menelaah suatu latar belakang misalnya tentang motivasi, peranan, nilai, sikap dan persepsi.
  13. Digunakan oleh peneliti yang berkeinginan untuk menggunakan hal-hal yang belum banyak diketahui oleh ilmu pengetahuan.
  14. Dimanfaatkan oleh peneliti yang ingin meneliti sesuatu dari segi prosesnya.

Karakteristik Penelitian Kualitatif

Creswell (2012) mengemukakan karakteristik penelitian kualitatif, sebagai berikut:

  1. Exploring a problem and developing a detailed understanding of a central phenomenon.
  2. Having the literature review play a minor role but justify the problem
  3. Stating the purpose and research questions in a general and broad way so as to the participants’ experiences
  4. Collecting data based on words from a small number of individuals so that the participants’ views are obtained
  5. Analyzing the data for description and themes using text analysis and interpreting the larger meaning of the findings.
  6. Writing the report using flexible, emerging structures and evaluative criteria, and including the researchers’ subjective reflexivity and bias.

Dengan terjemahan bebas, dapat disimpulkan bahwa karakteristik penelitian kualitatif adalah menyelidiki suatu masalah dan mengembangkan pemahaman terperinci tentang fenomena utama, tinjauan literatur memegang peran kecil tetapi dapat digunakan untuk mempelajari masalah, menyatakan tujuan dan pertanyaan penelitian secara umum dan luas sehingga menambah pengalaman partisipan, pengumpulan data berdasarkan perkataan dari sejumlah kecil individu sehingga diperoleh pandangan partisipan lebih dalam, menganalisis data untuk deskripsi dan tema menggunakan analisis teks dan menafsirkan makna temuan yang lebih besar dan penulisan laporan dengan fleksibel, memunculkan struktur and mengevaluasi kriteria, termasuk refleksivitas subyektif peneliti dan bias.


Karakteristik penelitian kualitatif menurut Bogdan and Biklen dalam Sugiyono (2013) adalah sebagai berikut:

  1. Penelitian kualitatif berada dalam kondisi alamiah atau natural, langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci.
  2. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif.
  3. Penelitian kualitatif berfokus pada proses daripada hasil atau produk.
  4. Penelitian kualitatif dapat dianalisis secara induktif.
  5. Makna adalah hal esensial dalam pendekatan kualitatif.

Landasan Penelitian Kualitatif

          Moustakas dan Patton dalam Raco (2010) menyajikan beberapa landasan atau perspektif teoritis yang mendasari penelitian kualitatif. Dalam bagian ini akan dibahas beberapa perspektif yaitu Fenomenologi (Phenomenology), lnteraksi Simbolik (Simbolic Interactions), Ethnografi (Ethnography), Heuristik (Heuristic Inquiry), dan Hermeneutika (Hermeneutics).

1. Fenomenologi

Fenomenologi, yang awalnya dimengerti sebagai suatu aliran filsafat, merupakan salah satu jenis metode penelitian kualitatif.  Kata fenomenologi berasal dari kata Yunani ‘phenomenon’ yang berarti ‘menunjukkan diri’ (to show itself). lstilah ini digunakan dalam diskusi filsafat sejak tahun 1765 khususnya oleh lmmanuel Kant. Namun arti teknis istilah ini dipopulerkan oleh Hegel. Bagi Hegel, fenomenologi berarti ‘pengetahuan sebagaimana nampak dalam kesadaran’. Pengetahuan di sini maksudnya adalah apa yang dipersepsikan oleh seseorang, apa yang dirasa dan diketahui melalui kesadaran atau pengalamannya.

Pada awalnya studi tentang fenomenologi berkaitan dengan struktur kesadaran sebagaimana dialami. Fenomenologi diartikan juga pengalaman kita tentang sesuatu. Dimensi penting dalam Fenomenologi, pertama bahwa dalam setiap pengalaman manusia terdapat sesuatu yang hakiki, penting dan bermakna. Kedua, pengalaman seseorang harus dimengerti dalam konteksnya. Untuk menangkap esensinya kita harus mendalami pengalaman itu apa adanya tanpa ada intervensi pandangan, perspektif dari luar.

Konsep umum Fenomenologi adalah subjektif, kesadaran dan pengalaman. Fenomenologi sangat bepengaruh pada metode penelitian, karena hendak memahami arti yang disampaikan oleh partisipan. Itu berarti pula bahwa realitas merupakan konstruksi sosial. Oleh karena itu, maka metode kualitatif juga disebut konstruktivisme, yang berarti bahwa pengertian manusia tentang sesuatu adalah konstruksi atau dibuat oleh manusia sendiri. Arti dan pengertian tersebut dapat berbeda, karena subjek yang mengalami juga berbeda. Perbedaan pandangan partisipan tentang sesuatu merupakan hal yang penting, karena nantinya akan diperoleh benang merah yang menghubungkan pengalaman-pengalaman tersebut. Benang merah inilah yang disebut pola atau tema.

2. Interaksi Simbolik

Perspektif teoritis atau landasan teori yang kedua adalah Interaksi Sosial. Interaksi sosial adalah suatu pendekatan yang banyak digunakan dalam Psikologi Sosial. Psikologi sosial sangat terkait dengan pemikiran Mead dan Blumer. Mead menegaskan bahwa setiap tindakan individu adalah produk masyarakat, lebih khusus lagi produk interaksi sosial. Manusia menyadari diri dengan membuka diri pada orang lain, sekaligus menjadi objek pada dirinya sendiri. Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan bahasa kita mengungkapkan diri, menilai orang dan menjadi orang lain pada diri sendiri. Kita mengerti sesuatu dalam konteks sosial. Singkatnya Blumer Meringkas pandangan Mead dengan tiga cara. Pertama, cara manusia memandang atau mengerti objek tergantung pada bagaimana mereka melihat hal-hal tersebut. Kedua, arti tersebut merupakan hasil interaksi antar manusia. Ketiga, arti-arti tersebut dapat berbeda dari waktu ke waktu.

Teori interaksi simbolik menekankan pada pentingnya arti dan penafsiran sebagai proses hakiki manusia dalam bersikap dan berelasi. Sikap dan perilaku manusia tidak terjadi secara mekanis sebagai reaksi atas sesuatu yang datang dari luar. Sikap dan perilaku manusia adalah hasil suatu penafsiran yang memiliki arti tertentu yang kemudian menentukan reaksinya terhadap stimulus dari luar. Hubungannya dengan metode kualitatif yaitu bahwa metode ini menekankan pada aspek penafsiran dan arti sebagaimana yang dimengerti orang lain. Wawancara adalah cara untuk menangkap makna suatu pengalaman.

3. Etnografi

Landasan teoritis yang ketiga adalah Etnografi yang biasa digunakan sebagai metode penelitian untuk antropologi. Kata etnografi berasal dari kata “etnos” (Bahasa yunani) yang berarti ‘orang’, ‘kelompok budaya’, ‘budaya’. Budaya dimengerti sebagai keseluruhan yang dipelajari, kebiasaan dan nilai-nilai. Asumsinya adalah manusia selalu berada dalam budayanya, tindakan dan cita-cita juga terbentuk dari budaya. Karena metode kualitatif bertujuan untuk menangkap arti, maka memahami budaya merupakan unsur yang penting untuk diketahui peneliti.

Etnografi bertujuan untuk mencari pemahaman tentang budaya. Peneliti yang ingin memahami budaya suatu kelompok masyarakat harus meluangkan waktu yang cukup untuk tinggal bersama masyarakat tersebut. Makna suatu budaya dapat dipahami dengan berada di komunitas tersebut.

4. Heuristik

          Heuristik berasal dari bahasa Yunani ‘heuriskein’ berarti ‘menemukan’ atau ‘mendapatkan’. Hal ini merujuk pada proses pencarian internal dimana seseorang berusaha untuk memahami hakikat dari pengalaman. Pengalaman digunakan sebagai analisis lebih lanjut sehingga diperoleh arti yang mendalam. Heuristik dapat berarti pemecahan masalah yang cepat, dimana jika menghadapi masalah, orang langsung menunjuk solusinya berdasarkan intuisi yang tentu masuk akal dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Ada enam langkah penting dalam heuristik, yaitu: keterlibatan awal, masuk lebih dalam kepada topik, permenungan, pencerahan, pengungkapan dan sintesa yang kreatif sebagai puncak penelitian. Dengan metode ini, keseluruhan pribadi peneliti terlibat dalam proses. Ketika berusaha memahami gejala secara mendalam, peneliti juga melibatkan dirinya secara total dengan penuh kesadaran, sehingga diperoleh pengetahuan yang komprehensif tentang hal tersebut. Proses heuristik ini melibatkan proses diri dan penemuan diri yang kreatif.

6. Hermeneutika

Hermeneutika berasal dari kata Yunani ‘hermeneuein’ yang berarti ‘mengerti’ dan ‘menerjemahkan’. Kata ini menurut legenda terkait dengan dewa Hermes yang merupakan dewa pembawa berita para dewa kepada manusia. Hermeneitika dikembangkan pertama kali oleh Frederich Schleiermacher (1768-1834) dan Wilhem Dilthey (1833-1911) yang kemudian menerapkannya sebagai metode penelitian ilmu-ilmu kemanusiaan. Fokus dari hermeneutika adalah penafsiran untuk mengerti dan menangkap arti terdalam dari informasi yang disampaikan oleh partisipan.

Dalam metode kualitatif, hermeneutika membantu peneliti menempatkan diri dalam konteks dan menangkap arti sebenarnya dari teks sebagaimana dimengerti oleh orang lain, komunitas atau masyarakat waktu itu. Hermeneutika juga membantu peneliti untuk mengaktualisasikan realitas dengan lebih jelas. Ada empat prinsip dari hermeneutika yang dapat digunakan untuk menafsirkan suatu cerita atau teks. Pertama, untuk mengerti tindakan atau hasil karya manusia, cara yang tepat adalah menafsirkan teks yang terkandung di dalamnya. Kedua, semua penafsiran terjadi dalam satu budaya, tradisi, kebiasaan hidup dan pola tingkah laku yang dipraktekkan oleh kelompok manusia waktu itu di tempat tertentu. Ketiga, penafsir membuka diri terhadap teks dan mempertanyakan arti dengan tidak membuat praduga atau menciptakan konsep sendiri. Keempat, menempatkan diri dan menafsirkan teks dalam situasi dan keadaan yang berlaku pada waktu itu.

Strategi Penelitian Kualitatif…  

DAFTAR PUSTAKA

Creswell, J.W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (4th ed.). Lincoln: University of Nebraska.

Moleong, L.J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, W. (2013). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta: PT Kencana Prenada Media.

Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/