Refleksi Buku Tapak Sabda

 

Jangan berpikir tentang Zat Tuhan, berpikirlah tentang Ciptaaan-Nya

Dikalangan Muslim secara umum filsafat masih menjadi hal yang menakutkan, apalagi ketika mendenger atau membaca pendapat Ibnu Shalah dan Ibnu Taimiyah “barang siapa yang berlogika-berfilsafat-maka dia telah kafir zindik.” Menakutkan bukan?? Seakan tidak memberikan kesempatan bagi akal untuk berpikir secara mendalam. Bahkan teman kita sering berkata ; sudah jangan mikir rumit-rumit nanti kafir.

Dalam khazanah keilmuan Islam pun sama. Terjadi penolakan pada filsafat. Dari segi makna kata,  filsafat dan Islam tidak nyambung. Filsafat mengajarkan kebebasan berpikir secara radikal, sedang Islam secara harfiah berarti kepasrahan total kepada Tuhan. Mungkinkah yang mengajarkan kebebasan bergandeng dengan kepasrahan??

Kita harus mengetahui nabi kita Muhammad Saw adalah filsuf sejati. Dari tarikh kita bisa ketahui, pada usia 7 tahun Muhammad Saw telah bertanya kepada pamannya tentang hakikat penciptaan semua yang ada. Di usia 35 tahun, dengan kecerdasan berpikirnya, ia berhasil mendamaikan pertikaian dikalangan kaum Quraisy. Ketika itu setiap golongan merasa berhak menyimpan batu Hajar Aswad ke tempat asal mulanya pada bangunan Ka’bah yang baru selesai diperbaiki. Dan kita pun mengetahui bahwa wahyu yang pertama kali turun ketika Muhammad Saw diangkat sebagai Rasul di dalam Gua Hira setelah beberapa kali merenung disana ialah Iqra’!Bacalah). tentu bukan membaca buku, karena beliau seorang yang ummi melainkan perintah membaca realita yang berjalan dengan disadari oleh kesadaran transendental. Setelah resmi diangkat menjadi rasul Muhammad Saw menggunakan pendekatan berbeda dalam dua periode, yaitu periode makiah dan madinah. Ketika di Makah beliau menekankan tauhid yang menjadi pokok fundamental ajaran-Nya. Pendekatan ini dipakai dikarenakan pada waktu itu  Makah dipenuhi oleh ajaran Teologi Kebendaan, atau dalam bahasa sederhananya ajaran yang menyembah ciptaaan manusia, seperti berhala. Kemudian pendekatan struktul ketika beliau di Madinah. Hasil dari pendekatan ini adalah Piagam Madinah (Konstitusi) yang menjadi kesepakatan untuk hidup berdampingan di semua sisi sesuai prinsip keadilan dan kebajikan antara, Muslim, Yahudi dan musyrik Arab, meski dalam kehidupan kesukuan tradisional sangat bergantung pada ikatan darah dan kekerabatan.

Itulah kehebatan Nabi kita Muhammad Saw, seorang filsuf sejati  yang sanggup membaca realitas  dan mencari solusi dari segala masalah kehidupan (seperti penindasan terhadap perempuan, pertikaian, pelacuran, riba, judi perampokan dll).

Mari kita lacak bersama keberadaan Filsafat Islam dalam khazanah inteletual Islam baik itu dari Al-Qur’an dan Al-Hadis. Jadilah kamu seorang manusia yang setia pada keingintahuan yang tinggi.

Agama Islam yang kita anut dari segi pemaknaannya tidaklah cukup untuk mengerti apa yang dibawa Rasulullah, din Islam. Din tidaklah cukup diterjemahkan “agama”, yang dari segi kebahasaannya mempunyai sifat statis “ tidak kacau” lebih menunjukkan keadaan. Din sebenarnya mempunyai arti lain : tunduk. Ia lebih menunjukkan kata kerja, kata yang berproses. Sedang islam, kita ketahui artinya, aslama yuslimu, pasrah.

Hafal tidak dengan ayat ini, bunyinya “ inna ad-dina inda Allahi al-Islam”. Ayat ini suka diartikan, “ sesungguhnya agama yang diridhoi Tuhan adalah Islam. Penerjemahan seperti itu sah-sah saja, hanya saja kurang mengena dari segi pemaknaannya, kenapa?

Ada sebuah hadits sahih yang berbunyi, “ ad-din huwa al-aqlu, la dina liman la ‘aqla lahu”. Ad-din adalah akal, dan tidak ada ad-din bagi orang yang tidak berakal”. Hadits ini sering diterjemahkan, “agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang-orang yang tidak berakal. Hadist ini sering dimaknai bahwa din harus dimengerti oleh akal. Menurut saya hadits ini mempunyai pengertian, “ketyndukan adalah akal, tidak ada ketundukan bagi orang-orang yang tidak berakal”. Jadi orang yang akalnya tidak mau tunduk dianggap tidak berakal.

Akal adalah potensi terbesar manusia yang membedakan manusia dengan ciptaan lainnya.  Tapi ingat akal bukan otak, kalau otak ayam pun punya bukan?

Dalam menggali semua potensi akal, akal yang kita miliki harus tunduk kepada Tuhan dan patuh kepada Aturan-Nya sebab apa yang kita dapatkan dari akala hanya berupa gejala-gejala yang sering kita sebut, inspirasi, ilham, ide atau gagasan. Ketundukan ini bisa kita sikapi dalm dua pengertian : ketundukan yang telah ada ( das sein ) dan ketundukan yang harus ada ( das sollen ).

Din, selain mempunyai arti tunduk juga mempunyai arti “ air hujan yang tak henti-henti”. ketika akal tunduk kepada Tuhan, disana kita akan mengetahui kemestian akal (kearifan menyikapi perkembangan zaman).Sehingga kita tidak berbangga dengan kepintaraan sehingga sombong tidak mau mengakui peranan tuhan dalam kehidupan.

Dengan din manusia akan tahu dimana batas kewajaran intelektual. Dengan din, manusia akan tahu arti keadilan dalam berpikir. Ketika akal din disitu kita harus menangkap intuisi, intelektual dan perasaan kita. OKI, kemestian pembahasan din tidak lain dan tidak bukan adalah adalah Islam, “totalitas” kepasrahan kita kepada-Nya. Inilah mengapa Tuhan berfirman, “ inna ad-dina inda Allahi al-islam”.

Filsafat islam, dari sudut pandang diatas merupakan satu proses. Dan ayat diatas adalah ayat filsafat proses. filsafat islam adalah dunia din, yang mengajarkan kebebasan berpikir sampai keakar-akarnya yang tidak keluar dari lingkaran ketundukan kepada-Nya, harus diislamkan didunia nyata, dan dibuktikan dalam kehidupan dengan kepasrahan total kepada-Nya. Singkatnya, Adil dulu dalam berpikir, baru engkau adil dalam bertindak”.

Diatas, sempat kita bahas bahwa Muhammad Saw sebagai filsuf teragung. Dalam pribadinya, tuhan membekali dengan Al-kitab dan Hikmah. Tuhan berfirman:
Dialah (Tuhan) yang mengutus diantara orang-orang yang ummi, seorang rasul dari kalangan mereka, yang menjelaskan  kepada (manusia) ayat-ayat-Nya,menyucikan mereka (manusia), dan menagajarkan kepada (manusia) tentang Al-Kitab dan hikmah. Sesungguhnya mereka sebelumnya berada dalam kesesatan (QS. Al-jum’ah:2). Hikmah itulah filsafat. Kenapa hikmah disejajarkan dengan filsafat?



Didalam Al-Qur’an tidak termuat kata filsafat, karena memang Al-Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, sedang filsafat dari bahasa Yunani. sementara itu, hikmah berasal dari bahasa Arab diartikan sebagai pengetahuan mendalam yang diperoleh baik dari fakta-fakta, kejadian atau peristiwa. Berikut beberapa pendapat tokoh tentang hikmah, di antaranya :

Menurut :

  • Fakhrur Razi hikmah merupakan keutamaan ilmu dan amal.
  • Al-Jurani hikmah adalah ilmu yang membahas sesuatu yang apa adanya dalam wujud sesuai dengan kemampuan sebagai manusia.
  • Musa Asy’srie disamakan istilah hikmah dan filsafat karena antara keduanya secara umum membahas tentang Tuhan, alam dan manusia.

Dari ayat diatas kita peroleh pengertian bahwa Muhammad Saw adalah seorang nabi yang menerima wahyu dari Tuhan, juga seorang filsuf yang dapat menjelaskan secara kuat dan menyeluruh tentang wahyu yang diterimanya dengan pemahaman mendalam yang dimilikinya. Al-Qur’an merupakan kumpulan firman Tuhan, sebagai perwujudan dari ayat-ayat yang diwahyukan. Sementra itu, Hikmah (filsafat) merupakan uraian pencerahan atas nilai-nilai yang terkandung didalam ayat-ayat Tuhan, yang bertujuan untuk menyingkap realitas perubahan masyarakat yang kompleks, yang tidak bisa dimengerti dan dipecahkan semata-mata mengandalkan rasionalitas.

Setelah kita bahas din dan islam secara terpisah, sekarang kita akan bahas bagaimana hubungan antara din (berpikir) dan Islam (bekerja). Akal yang din akan selalu berdaya kreatif dan inovatif. Ia akan selalu berusaha menciptakan pekerjaan ( berakhlak; akhlak diambil dari kata khalaqa; artinya mencipta ), bukan mencari pekerjaan. Selalu ada yang berguna untuk dikerjakan. Sebab, dalam pekerjaan akal bisa aktif bekerja. Akal akan senantiasa berpikir untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pekerjaan. Pekerjaan dalam Filsafat Islam adalah integrasi semua perbuatan kita kedalam spiritualitas, kedalam Islam.

Pekerjaan inilah yang menurut Fritjof Schoun ( Muhammad Isa Nurdin ), seorang filsuf dari swiss, bergantung pada tiga kondisi yang disebutnya secara berturut-turut: kebutuhan, penyucian dan kesempurnaan. Yang pertama amal saleh yang kita lakukan bukanlah aktivitas tanpa tujuan, sebab tujuannya jelas lahir dari ketundukan akal rasional. Setelah yang pertama, kemudian kita serahkan semua aktivitas itu kepada-Nya, kita sucikan perbuatan kita dari semua berhala kehidupan. Inilah makna do’a. Yang ketiga usdah jelas kita tidak boleh mempersembahkan sesuatu yang tidak sempurna kepada-Nya, juga tidak boleh mengabdikan sesuatu yang jelek kepada-Nya.

Sayyed Hussein Nasr mengartikan din sebagai Filsafat Perenial, filsafat Abadi. Percaturannya bisa dilacak pada pemikiran Aldous Huxley. Huxley mendefinisikannya sebagai 1) metafisika yang mengakui adanya realitas Ilahi,yang substansial atas duniawi, hayati dan akali; 2) psikologi yang hendak menemukan sesuatu yang serupa dengan jiwa atau bahkan identik dengan realitas Ilahi; 3) etika yang menempatkan tujuan akhir manusia didalam pengetahuan yang Dasar, yang inamen dan transenden, yang imemorial dan universal. Pada intinya filsafat perenial dianggap biasa mengungkapkan segala kejadian yang bersifat substansif yang didalamnya tecakup kearifan yang diperlukan dalam menjalankan hidup yang benar, hidup yang lurus, yang merupakan hakikat dari seluruh agama dan tradisi besar spiritualitas manusia.

 

Ilmu itu binatang liar dan pengikatnya adalah catatan

-Ali Bin Abi Thalib

 

Kalau hidup hanya sekedar hidup babi di hutan pun hidup

Kalau kerja hanya sekedar kerja kerbau disawah pun kerja

-Buya Hamka

 

Sejarah penindasan sekian lama berjalan dalam realita hidup.

Sebagai intelektual sudah saatnya mengibarkan bendera pada

penindasan dalam hal pengetahuan.

Pengetahuan harus bebas, semua orang boleh memilikinya.

As-shani

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/