Sejarah Pendidikan Indonesia

Penulis: Dimas A. Rizal

Tim Editor Jurnal Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia

Membahas sejarah pendidikan indonesia memang bukan hal yang mudah, karena kita perlu untuk meliht juga faktor ekonomi politik di beberapa abad silam. Di tambah lagi dengan kondisi bangsa indonesia yang mengalami beberapa fase, antara lain fase pra sejarah, fae kerajaan-kerajaan, fase penjajahan, mauun fase pasca kemerdekaan. Namun hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kita untuk mengkaji sejarah pendidikan indonesia. Karena memang sejarah tidak boleh diangap hanya sebagai lintsan peristiwa belaka namun juga sebagai pengetahuan dan pisau analisis untuk membaca persoalan yang terjadi saat ini.

Pendidikan di indonesia mengalami beberapa perubahan karena mengkuti perkembangan ekonomi politik. Disini saya aka mencoba membagi sejarah pendidikan hanya dalam dua fase yaitu fase pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan. Namun bukan berarti mengangap sejarah indonesia hanya terbagi dalam dua fase ini saja melaikan karena saya mengngap bahwa kemerdekaan merupakan hari lahirnya bangsa indonesia maka kami hanya membagi sejarah pada dua fase tersebut.



Pendidikan pra kemerdekaan

Di awali dari pendidikan di masa feodal atau sistem kerajaan, pendidikan pada masa ini hanya sebenarnya sudah ada namun masih sangat terbatas karena tidak semua orang bisa mengenya  pendidikan, perbedaan kasta lah yang melatr belakangi hal ini, secara umum pendidikan di masa feodal hanya sebatas pendidikan untuk bertahan hidup dan beladiri.

Kedua, masa penjajahan VOC, bangsa indonesia memang pernah memiliki sejarah yang membangakan dan meyedihkan indoensia pernah mengalam kejayaan pada masa kerajaan majapahit namun hal itu kemudia tidak mampu bertahan lama karena kemudian runtuh, masa kelam bangsa indonesia di tanda dengan runtuhnya majapahit dan kedatangan serikt dagan belanda Vareenigdeb Oostindische Compagny ( VOC ). Awal kedatangan VOC ke indonesai adalah untuk memonopoli perdagagan di indonesia. Pendidikan pada masa ini didirikan di indonesia hanya untuk memenuhi kepentingn politik semata, atau kata brugmans pendidikan adalah  inti poltik kolonial.

Mulanya pendidikan untuk melenyapkan agama katolik dan menyebarkan agama protestan. Sekolah pertama yang didirikan di Ambon pada tahn 1607 dengan tujuan seperti di atas, dan di jakarta pada 1630 untuk orang-orang Belanda dan jawa denga tujuan untuk mencetak pekerja yang kompeten. Kurikulum sekolah-sekolah semasa VOC sangat erat kaitanya dengan gereja menurut instruksi “Hereen XVII” badan tertingi VOC di negeri Belanda bahwa Gubernur jenderal di indonesia harus menyebarluaskan agama kristen dan mendirikan sekolah. Menurut instruksi tersebut tugas guru ialah: memupuk rasa takut terhadap Tuhan, mengajaran dasar-dasar kekristenan, mengajarkan anak berdoa bernyanyi mematuhi orang tua dan penguasa.  Pada intinya pendidikan di masa VOC adalah untuk mencari pekerja yag kompeten dan alat hegemoni agar rakyat selalu patuh terhada penguasa.

Fase penjajahan Belanda, Setelah Voc dibubarkan, sistem koloni di ambil alih ole pemerintahan belanda langsung pada tahun 1816, pendidikan pada masa ini sudah berbeda orientasi jika di bandingkan pada fase Voc. Pada masa ini pendidikan sudah tidak lagi ber orientasi untuk penyebaran agama. Awal pengambil-alihan kekuasaan ke tangan pemeritah, kemudian mengeluarkan statuta bahwa “ tanah jajahan harus memberikan keuntungan sebesar-besarnya terhadap penjajah. Hal ini membuat kondisi pendidikan menjadi sangat menyedihkan, bahkan sampai tak ada satu sekolah pun yang ada di luar jawa.

Namun pasca itu ide-ide liberalisme eropa sampai ke tanah indonesia, pada masa ini pendidikan sebagai alat untuk mencapai kemajuan, pengembangan di arahkan sebagai sarana pengembangan intelektual, nilai-nilai rasional dan sosial menjadi tujuan utamanya.

                Baru pada sekitar tahun 1900-an mucul gagasan politik etis yang di gaungkan oleh van deventer dalan artikelnya yang berjudul “ utang kehormatan “. Poltik etis membuang logika eksploitatif dari pengaruh liberalisme. Ide utama yang di tawarkan adalah imigrasi,transformasi,dan reformasi. Dan pendidikan menjadi aktor yang sangat pentig dalam hal ini.  Setelah isu ini mencuat maka banyak berirdiri sekolah-seklah di indonesia seperti, Volkscool atau sekolah desa, sekolah ini di proyeksikan untuk memberantas buta huruf orang-orang pribumi dan memperluas pendidikan. Dan di bangun pula sekolah- sekolah H.C.S dan H.I.S yang sama denga sekolah eropa untuk orang china maupun indonesia.pada masa ini bisa dibilang pendidikan mulai memiliki peran yang lebih aktif. Namun juga dala prakteknya beum bisa seperti yang di cita-citakan leh van deventer. dan didirikanya H.I.S juga butuh perjungan yang tidak mudah.

                Pada intinya pendidikan di masa kolonial adalah untuk mencetak pegawai yang nanti akan membantu pemerintah dalam mengeksploitasi alam, dan menanamkan hegemoni pada rakyat agar tetap tunduk kepada penguasa Belanda.

Pendidikan pasca kemerdekaanl

Setelah sukarno membacakan proklamsi kemeredaan, indonesia sudah berada dalam posisi yang lebih baik sari sebelumnya, namun kemerdekaan belumlah didapatkan sepenuhnya.  Pendidkan pasca kemerdekaan yang paling awal yaitu masa kepemimpinan sukarno atau orde lama di arahkan untuk memeperbaiki sistem pendidikan warisan kolonial. Ingin merubah sistem pendidikan yang  eliis, indibidualis, hegemonik, dan hanya berorientasi pada kerja rendahan. pada masa ini pendidikan lebih di tujkan untuk menanamkan rasa nasionalisme, sosialisme, dan tanpa meninggalkan agama. Hal ini tak lepas dari jonsep nasakom nya sukarno. pendidikan juga ingin di kembangkan lagi wailayahnya supaya semua orang indonesia bisa mengenyam pendidikan.



http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/