Strategi Membangun SDM Berkualitas Demi Kemajuan Perekonomian Bangsa

Sejak lama pendidikan dijadikan sebagai tolakukur keberhasilan seseorang. Semakin tinggi jenjang pendidikannya, semakin besar peluang kesuksesan yang akan didapat. Hal paling krusial yang sering dijadikan alasan adalah persoalan finansial. Banyak orang bersekolah dengan tujuan agar setelah lulus nanti, mereka bisa mendapat pekerjaan  yang layak dan hidup sejahtera, serta kebanyakan parameter kesejahteraan tersebut diukur dengan keadaan ekonomi yang baik. Akan tetapi, fakta yang ada saat ini berbanding terbalik dengan apa yang dipaparkan sebelumnya. Banyak lulusan dari perguruan tinggi yang kebingungan mencari pekerjaan sampai ada istilah “sarjana pengangguran”.

Pendidikan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Menjadi kebenaran yang bersifat aksiomatik dan diakui keberadaannya karena pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk membentuk generasi berbobot dan memiliki kreativitas tinggi, demi terwujudnya sumber daya manusia yang unggul. Pendidikan pula dapat menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap menghadapi perubahan dan pembangunan suatu Negara.

Jangankan sarjana, menilik mereka yang hanya bisa mengenyam pendidikan sebatas SD, SMP, dan SMA, menerima berbagai nasip pahit yang entah menjadi TKI di negeri orang, menjadi penyumbang angka pengangguran terbesar, dan sisanya menjadi partisipan dalam data pernikahan dini. Dilansir dari laman kompas.com, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memaparkan bahwa, mereka yang berpendidikan rendah cenderung menerima pekerjaan apa saja. Hal ini beliau paparkan dalam rilis hasil kondisi ketenagakerjaan di Indonesia tahun 2018. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)  untuk SMK per-Februari 2018 mencapai angka 8,92 persen, SMA 7, 92 persen, Universitas 6,31 Persen, SMP 5,18 persen, serta lulusan SD 2,67 persen. Di sisi lain, BPS juga mencatat bahwa angka pernikahan dini semakin meningkat. Di tahun 2017, angka ini masih berkisar pada angka 14,18 %. Akan tetapi, di tahun 2018 angka tersebut meningkat menjadi 15,66 %.

Belum lagi adanya fakta bahwa, banyak  pekerja Indonesia yang status pendidikan dan pekerjaan tidak cocok. Dilansir dari databoks.com menurut publikasi International Labour Organization (ILO) dalam “Laporan Tren Tenaga Kerja dan Sosial di Indonesia”, sekitar 56 persen pekerja di Indonesia berada dalam situasi tidak ada kecocokan keterampilan berdasarkan jenis pekerjaan dan pendidikan tinggi yang ditamatkan. Contoh sederhananya seperti sarjana matematika mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), sedangkan di SDN 3 Labuhan Haji Lombok Timur seorang guru degan dasar keilmuan matematika mengajar mata pelajaran agama islam.

Lantas, setelah melihat berbagai potret permasalahan negeri yang berkaitan dengan pendidikan dan ekonomi, kita bisa menarik sebuah benang merahnya, bahwa ada masalah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) baik yang menjalankan proses pendidikan dan yang menjadi lulusan dari pendidikan itu sendiri, sebut saja guru dan tenaga kependidikan di setiap instansi pendidikan. Mereka adalah salah satu komponen dalam pendidikan yang menempati posisi paling penting dalam mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti tren peradaban. Dapat dilihat ketika guru bisa memotivasi siswanya untuk terus semangat dalam belajar. Tenaga kependidikan yang konsisten dalam mewujudkan sebuah pelayanan terbaik untuk proses pendidikan, selain daripada dukungan orang tua dan faktor ekonomi serta berbagai faktor lainnya. Setidaknya, guru dan instansi pendidikan dapat mencegah anak putus sekolah.

Maka dari itu dapat dikatakan bahwa, pendidkan bisa diartikan sebagai sarana mencetak untuk SDM yang berkualitas. Jika banyak orang yang sering membantah bahwa pendidikan dan ekonomi tidak memiliki keterkaitan satu sama lain, maka hal ini keliru. Coba bayangkan ada banyak anak yang putus sekolah, lantas hanya menjadi lulusan SD, SMP, SMA, dan akhirnya pengangguran karena faktor ekonomi yang lemah. Dan berapa banyak orang yang berjuang mengenyam pendidikan sampai jenjang tertinggi hanya demi cita-cita mereka yang menginginkan pekerjaan yang layak.

Melihat dari kedudukannya, tentu pendidikan terlalu sempit bila diartikan dengan pembelajaran di dalam kelas saja, karena sejatinya pendidikan dapat diperoleh dari berbagai hal terutama keadaan sekitar. MENDIKBUD RI Nadiem Makarim dalam taklimat media pada acara Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta pada 11 Desember 2019, menetapkan 4 program mengenai “Merdeka Belajar” yang mana hal tersebut akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus dilakukan, karena dengan SDM yang unggul dapat memberikan multiplier efect terhadap pembangunan suatu negara, terkhusus dalam pembangunan dibidang ekonomi.

Dilansir dari okezonefinance kamis 16 Februari 2017, Presiden bank dunia Jim Yong Kim mengingatkan bahwa, Pendidikan adalah bahan bakar untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dunia sehingga pihak swasta dan pemerintah juga harus bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Jika sektor swasta adalah mesin pertumbuhan dan pemerintahan adalah pengemudinya, maka Pendidikan adalah bahan bakar yang menjalankan mesinnya”. Seperti yang kita ketahui, bahwa pendidikan hanya salah satu dari berbagai macam aspek dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul, selain itu juga dibutuhkan hal lain seperti pengalaman, skill dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas SDM di Indonesia, karena pembelajaran di sekolah saja tidak cukup untuk mendorong terciptanya sumber manusia yang unggul dan memiliki daya saing tinggi. Hal ini dibuktikan dengan Data Biro Pusat Statistik 2019 yang menunjukkan tingkat pengangguran lulusan diploma dan universitas masing-masing.

Pendidikan, SDM, dan Perekonomian Indonesia

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan contoh, bahwasanya pendidikan dan kualitas SDM sangat mempengaruhi kondisi perekonomian rakyat Indonesia. Hanya orang-orang yang mempunyai kreativitas, inovasi dan jiwa kompetitif yang bisa bersaing, misalnya dalam kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Terlebih sekarang telah dibuka jalur perdagangan bebas dan melibatkan negara-negara ASEAN yang bernama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Mengingat Indonesia yang merupakan bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Eksistensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap berkontribusi dalam perkembangan dan kemajuan perekonomian ASEAN. Untuk itu sangat dibutuhkan suatu inovasi yang dapat menghadirkan UMKM dengan wajah baru yang lebih kompetetif , aktif,`modernis, dan juga dapat bersaing dengan kebutuhan pasar (disrupsi) di era digital newtwork ini.

Hasil rekap data dari Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2013, bahwasanya UMKM mampu menyumbangkan 5.440 Triliun Rupiah atas dasar harga berlaku terhadap PDB nasional yang menyerap tenaga kerja sebanyak 114,14 juta orang, menarik 1.655,2 Triliun Rupiah dan investasi dengan jumlah total usaha sebanyak 57,8 juta unit. Dalam diagram yang disajikannya tahun 2013-2014, kontribusi UMKM terhadap PDB nasional terhitung 57,6% atas dasar harga konstan yang mana 30, 3% bersumber dari usaha mikro, 12,8% dari usaha kecil dan 14,5% berasal dari usaha menengah.

Pada akhirnya, sebuah kesimpulan dapat ditarik dari semua permasalahan diatas. Bahwasanya, pendidikan dapat mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menciptakan grand design yang inovatif, kompetetif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Merupakan komponen esensial dalam kehidupan, Pendidikan seseorang akan mempengaruhi terhadap karya, kinerja, dan kompetensinya untuk mendulang kemajuan bangsa.

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/