Strategi Penelitian Kualitatif

1. Rancangan Penelitian Kualitatif

Rancangan penelitian kualitatif diibaratkan oleh Bogdan dalam Sugiyono (2019) seperti orang mau piknik, sehingga ia baru tahu tempat yang akan dituju, tetapi tentu belum tahu pasti apa yang ada di tempat itu. Ia akan tahu setelah memasuki obyek, dengan cara membaca berbagai informasi tertulis, gambar-gambar, berfikir dan melihat obyek dan aktivitas orang yang ada di sekelilingnya, melakukan wawancara dan sebagainya. Proses penelitian kualitatif juga dapat diibaratkan seperti orang asing yang mau melihat pertunjukan wayang kulit atau kesenian, atau peristiwa lain. Ia belum tahu apa, mengapa, bagaimana wayang kulit itu. Ia akan tahu setelah ia melihat, mengamati, dan menganalisis dengan serius.

Berdasarkan ilustrasi di atas, dapat dikemukakan bahwa walaupun peneliti kualitatif belum memiliki masalah, atau keinginan yang jelas, tetapi dapat langsung memasuki obyek/lapangan. Pada waktu memasuki obyek, peneliti tentu masih merasa asing terhadap obyek tersebut, seperti halnya orang asing yang masih asing terhadapa pertunjukan wayang kulit. Setelah memasuki obyek, peneliti kualitatif akan melihat segala sesuatu yang ada di tempat itu, yang masih bersifat umum. Pada tahap ini disebut tahap orientasi atau deskripsi, dengan grand tour question. Pada tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan ditanyakan. Mereka baru mengenal serba sepintas terhadap informasi yang diperolehnya. Pada tahap ini data yang diperoleh cukup banyak, bervariasi dan belum tersusun secara jelas.


Proses penelitian kualitatif pada tahap ke-2 disebut tahap reduksi/fokus. Pada tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang telah diperoleh pada tahap pertama. Pada proses reduksi ini, peneliti mereduksi data yang ditemukan pada tahap I untuk memfokuskan pada masalah tertentu. Pada tahap reduksi ini peneliti menyortir data dengan cara memilih mana data yang menarik, penting, berguna, dan baru. Data yang dirasa tidak dipakai disingkirkan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka data-data tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi berbagai kategori yang ditetapkan sebagai fokus penelitian.

Proses penelitian kualitatif pada tahap ke 3 adalah tahap selection. Pada tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci. Pada tahap ini, setelah peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka peneliti dapat menemukan tema dengan cara mengkonstruksi data yang diperoleh menjadi sesuatu hubungan pengetahuan, hipotesis atau ilmu yang baru.

Hasil akhir penelitian kualitatif, bukan sekedar menghasilkan data atau informasi yang sulit dicari melalaui metode kuantitatif, tetapi juga harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu yang baru dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia.

Proses memperoleh data atau informasi pada setiap tahapan (deskripsi, reduksi, seleksi) tersebut dilakukan secara sirkuler, berulang-ulang dengan berbagai cara dan berbagai sumber. Setelah peneliti memasuki obyek penelitian atau sering disebut sebagai situasi sosial, tahapan selanjutnya adalah:

  • Peneliti berfikir apa yang ingin ditanyakan
  • Setelah menemukan apa yang akan ditanyakan, maka peneliti bertanya pada orang-orang yang dijumpai pada tempat tersebut
  • Setelah mendapatkan jawaban, peneliti akan menganalisis apakah jawaban yang diberikan itu benar atau tidak
  • Jika jawaban dirasa benar, maka dibuatlah kesimpulan
  • Peneliti mencandra kembali terhadap kesimpulan yang telah dibuat. Apakah kesimpulan yang dibuat itu kredibel atau tidak. Untuk memastikan kesimpulan yang telah dibuat tersebut, maka peneliti masuk lapangan lagi, mengulangi pertanyaan dengan cara dan sumber yang berbeda, tetapi tujuan sama. Kalau kesimpulan telah diyakini memiliki kredibilitas yang tinggi, maka pengumpulan data dinyatakan selesai.

2. Metode Penelitian Kualitatif

Menurut Creswell (2012), metode kualitatif dibagi menjadi lima macam yaitu phenomenomenological research, grounded theory, ethnography, case study and narrative research.

  • Phenomenological research is a qualitative strategy in which the researcher identifies the essence of human experiences about a phenomenon as described by participants in a study. Fenomologis adalah merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, di mana peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk menghetahui fenomena esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya
  • Grounded theory is a qualitative strategy in which the researcher derives a general, abstract theory of a process, action, or interaction grounded in the views of participants in a study. Teori grounded adalah merupakan salah satu jenis metode kualitatif, dimana peneliti dapat menarik generalisasi (apa yang diamati secara induktif), teori yang abstrak tentang process, tindakan atau interaksi berdasarkan pandangan dari partisipan yang diteliti.
  • Ethnography is a qualitative strategy in which the researcher studies an intact cultural group in a natural setting over a prolonged period of time by collecting primarily observational and interview data. Etnografi adalah merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, di mana peneliti melakukan studi terhadap budaya kelompok dalam kondisi yang alamiah melalui observasi dan wawancara.
  • Case studies are qualitative strategy in which the researcher explores in depth a program, event, activity, process, or one or more individuals. The case(s) are bounded by time and activity, and researchers collect detailed information using a variety of data collection procedures over sustained period of time. Studi kasus adalah merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap program, kejadian, proses, aktivitas, terhadap satu atau lebih orang. Suatu kasus terikat oleh waktu dan aktivitas dan peneliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan dalam waktu yang berkesinambungan.
  • Narrative research is a qualitative strategy in which the researcher studies the knives of individuals and asks one or more individuals to provide stories about their lives. This information is then often retold or restoried by the researcher into a narrative chronology. Penelitian naratif adalah merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti melakukan studi terhadap satu orang individu atau lebih untuk memperoleh data tentang sejarah perjalanan dalam kehidupannya. Data tersebut selanjutnya oleh peneliti disusun menjadi laporan yang naratif dan kronologis.

3. Rumusan Masalah Penelitian Kualitatif

Rumusan masalah merupakan bentuk pertanyaan yang dapat memandu peneliti untuk mengumpulkan data dilapangan. Lincoln dan Guba dalam Sanjaya (2013) menyatakan bahwa berdasarkan level of explanation suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif dan asosiatif.

  • Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi dan atau memotret situsi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam.

Contoh: bagaimanakah profil pendidikan di Indonesia?

  • Rumusan masalah komparatif adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk membandingkan antara konteks sosial atau domain satu dibandingkan dengan yang lain.

Contoh: adakah perbedaan dinamika murid dikelas yang diajar dengan metode ceramah dan demonstrasi?

  • Rumusan masalah asosiatif atau hubungan adalah rumusan masalah yang memandu peneliti untuk mengkonstruksi hubungan antara situasi sosial atau domain satu dengan yang lainnya. Rumusan masalah asosiatif dibagi menjadi tiga yaitu, hubungan simeris, kausal dan reciprocal atau interaktif.

Hubungan simetris adalah hubungan suatu gejala yang muncul bersamaan sehingga bukan merupakan hubungan sebab akibat atau interaktif.

Contoh: adakah hubungan antara kupu-kupu yang datang ke rumah dengan kedatangan tamu? Adakah hubungan antara kejatuhan binatang cicak dengan musibah keluarga? Adakah hubungan antara menabrak kucing dengan kemungkinan mendapat kecelakaan? Adakah hubungan antara puasa senin kamis dengan hasil belajar anak?

Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab dan akibat. Hubungan ini merupakan salah satu asumsi ilmu dalam metode kuantitatif, dimana segala sesuatu itu ada, karena ada sebabnya. Dengan demikian dalam paradigm penelitian selalu ada variabel independen sebagai penyebab dan variabel independen sebagai akibat.

Contoh: adakah pengaruh intensif terhadap kinerja guru? Adakah pengaruh gaya kepemimpinan dengan kedisiplinan murid?

Hubungan reciprocal adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam penelitian kualitatif hubungan yang diamati atau ditemukan adalah hubungan yang bersifat reciprocal atau interaktif.

Contoh: adakah hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan jenjang pendidikan masyarakat (hubungan ini merupakan hubungan interaktif, karena dengan adanya radio, maka masyarakat lebih terbuka mendapat berbagai informasi. Dengan informasi ini, maka aspirasi untuk memperoleh pendidikan semakin tinggi. Selanjutnya dengan pendidikan yang tinggi, akan mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, sehingga dapat digunakan untuk membeli radio). Bagaimana antara peran orang tua, guru, dan murid dalam pembentukan kepribadian anak?

Dalam penelitian kualitatif seperti yang telah dikemukakan, rumusan masalah yang merupakan fokus penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk lapangan atau situasi sosial tertentu. Namun demikian setiap peneliti baik peneliti kuantitatif maupun kualitatif harus membuat rumusan masalah. Pertanyaan penelitian kualitatif dirumuskan dengan maksud untuk lebih memahami gejala yang masih remang-remang, tidak teramati, dinamis dan kompleks, sehingga setelah diteliti menjadi lebih jelas apa yang ada dalam situasi sosial tersebut. Peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif, pada tahap awal penelitiannya, kemungkinan belum memiliki gambaran yang jelas tentang aspek-aspek masalah yang akan ditelitinya. Ia akan mengembangkan fokus penelitian sambil mengumpulkan data. Proses seperti ini disebut “emergent design”.

4. Tujuan Penelitian Kualitatif

Tujuan penelitian kualitatif pada umumnya mencakup informasi tentang fenomena utama yang dieksplorasi dalam penelitian, partisipan penelitian, dan lokasi penelitian. Tujuan penelitian kualitatif juga bisa menyatakan rancangan penelitian yang dipilih. Tujuan ini ditulis dengan istilah-istilah “teknis” penelitian yang bersumber dari bahasa penelitian kualitatif (Creswell, 2012).

Untuk itulah peneliti perlu memperhatikan beberapa hal mendasar dalam menulis tujuan penelitian kualitatif, seperti berikut ini:

  • Gunakanlah kata-kata seperti tujuan, maksud, atau sasaran untuk menandai tujuan penelitian yang ditulis.
  • Fokuslah pada suatu fenomena (atau konsep atau gagasan) utama.
  • Gunakanlah kata-kata tindakan untuk menunjukkan bahwa ada proses learning dalam penelitian.
  • Gunakan kata-kata dan frasa-frasa yang netral (bahasa tidak langsung)
  • Sajikan definisi umum mengenai fenomena atau gagasan utama, khususnya jika fenomena tersebut merupakan istilah yang tidak dipahami oleh pembaca luas.
  • Gunakan kata-kata teknis berbasis strategi/ teori penelitian yang digunakan ketika sampai pada bagian pengumpulan data, analisis data, dan proses penelitian.
  • Jelaskan para partisipan yang terlibat dalam penelitian.
  • Tunjukkan lokasi dilakukannya penelitian.
  • Sebagai langkah akhir dalam tujuan penelitian kualitatif, gunakan beberapa bahasa yang membatasi ruang lingkup partisipan atau lokasi penelitian.

Meskipun ada banyak variasi dalam mencantumkan poin-poin di atas pada tujuan penelitian, proposal disertasi atau tesis kualitatif yang baik, setidak-tidaknya harus mencakup beberapa diantara poin-poin itu.

5. Tinjauan Pustaka

  • Pengertian Teori

Secara epistemologi, teori merupakan perangkat yang berisikan konsep, definisi, dan proposisi yang terintergrasi secara sintaksis untuk menjelaskan suatu variabel secara sistematik, sebagai referensi dalam menyusun instrumen, dan membentuk hipotesis atas suatu fenomena (Moleong, 2002:34). Wiliam Wiersma menyatakan bahwa teori adalah kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik (Sugiyono, 2005: 41).



Berdasarkan dua pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa secara fungsional tinjauan pustaka atau teori merupakan perangkat untuk menjelaskan suatu variabel secara sistematik, merupakan pemandu dalam penyusunan instrumen, dan merupakan perangkat yang dapat membentuk suatu hipotesis atas suatu fenomena.

Kerangka teori yang berada dalam penelitian kualitatif sering disebut sebagai teori lensa atau teori perspektif. Creswell sebagaimana dikutip Sugiyono (2016) menjelaskan bahwa “theoretical lens or perspective in qualitative research: provides and overall orienting lens that used to study question of gender class, and race (or other issues of marginalized group). This lens becomes an advocacy perspective that shapes the types of questions asked, informs how data are collected and analyzed, and provide a call for action or change”. Berdasarkan pernyataan di atas dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud teori lensa atau teori prespektif dalam penelitian kualitatif berfungsi sebagai refrensi dalam menyusun jenis pertanyaan, dan memandu bagaimana tata cara mengumpulkan data, serta menganalisis data.

Apabila berbicara mengenai perbedaan, tentu antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif memiliki beban dengan porsi yang berbeda. Secara deskriptif peneliti kualitatif secara otomatis menjadi “human instrument”. Maksud dari human instrument adalah peneliti menjadi alat pengumpul data atau secara implementasi peneliti mewawancarai narasumber secara langsung, maka data yang dihasilkan bersifat subyektif, oleh karena itu peneliti kualitatif harus memiliki sifat perspektif emic yaitu data yang didapatkan harus sebagaimana adanya yang terjadi dilapangan, pure hasil pemikiran partisipan. Sedangkan peneliti kuantitatif, teori yang disusun akan di uji cobakan di lapangan menggunakan alat ukur seperti angket atau alat ukur lainnya.

  • Macam-Macam Bentuk Teori

Mark sebagaimana yang di kutip oleh Sugiyono (2016) menyatakan bahwa ada tiga macam teori yang berhubungan langsung dengan data empiris. Data empiris adalah data hasil dari pengamatan lapangan secara langsung, yaitu :

  1. Teori yang deduktif : memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan diterangkan
  2. Teori yang induktif : cara menerangkan dari data ke arah teori
  3. Teori yang fungsional : terdapat suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data data mempengaruhi pembentukan teori dan perubahan teori dapat mempengaruhi data
  • Tingkatan dan Fokus Teori

Numan sebagaimana yang dikutip oleh Sugiyono (2016) mengemukakan bahwa tingkatan dalam teori terbagi menjadi tiga yaitu micro, meso dan macro.

Teknik dan Analisis Data Penelitian Kualitatif…

DAFTAR PUSTAKA

Creswell, J.W. (2012). Educational Research: Planning, Conducting and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (4th ed.). Lincoln: University of Nebraska.

Moleong, L.J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, W. (2013). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta: PT Kencana Prenada Media.

Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Raco, J.R. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.

http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/