URGENSI LITERASI DIGITAL DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19

Tulisan ini meraih juara ke-2 dalam lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh PB PMII 2021

Pendahuluan

Para pakar dan pembuat kebijakan sepakat bahwa literasi digital perlu diimplementasikan dalam proses pendidikan. Kompetensi literasi digital menjadi sentral bagi siswa terutama di masa pandemi Covid-19. Penerapan pembelajaran jarak jauh mendorong kemudahan akses internet bagi setiap lapisan masyarakat. Dengan adanya kemudahan akses internet tersebut tentunya akan memberikan dampak positif berupa akases terhadap sumber belajar elektronik yang tidak terbatas, namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut juga menimbulkan beberapa persoalan, sebagai contoh adalah maraknya informasi palsu atau hoaks yang belakangan beredar.

Deursen (2016) melihat perspektif psikologis, literasi digital dapat menunjukkan perilaku online pada anak, termasuk dalam hal pengendalian diri. Literasi digital dapat mempengaruhi pengendalian diri anak, membuat mereka mengetahui tanggung jawab mereka kapan, di mana, dan berapa lama mereka dapat mengakses pembelajaran online secara mandiri (Wang et al., 2013). Sebuah studi pendahuluan oleh Mohammadyari dan Singh (2015) mencatat bahwa tingkat literasi digital individu dapat mempengaruhi kinerja siswa dalam memfasilitasi penggunaan pembelajaran ulang dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas online.

Masyarakat umum, lembaga non-profit, dan akademisi aktif menyuarakan kampanye literasi digital dalam berbagai kesempatan (Kurnia & Astuti, 2017). Gerakan tersebut sebagian besar hadir karena munculnya kekhawatiran terhadap dampak negatif yang timbul dari pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa perlu adanya tindakan preventif agar masyarakat tidak mudah terpapar dampak negatif dari media, terutama pada masa pendemi covid-19.
Dari studi pendahuluan tersebut, penulis menyorot bahwa kemampuan literasi digital di masa pandemi menjadi sangat signifikan.




Pembahasan

Penulis menggunakan literatur-literatur yang telah didapatkan untuk menjawab pertanyaan penelitian (RQ) yang telah dirumuskan sebelumnya. Dalam tulisan ini penulis mengajukan 2 pertanyaan penelitian yang mencakup tentang urgensi literasi digital di masa pandemi dan bagaimana meningkatkan kemampuan literasi digital.

Apa urgensi literasi digital pada masa pandemi?

Gerakan literasi digital hadir dilatarbelakangi oleh munculnya kekhawatiran terhadap dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi. Oleh karena itu, banyak dari pakar berpendapat bahwa perlu adanya tindakan preventif agar masyarakat tidak mudah terpapar dampak negatif dari media, terutama pada masa pendemi covid-19. Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini penulis meninjau tiga literatur terkait dengan hal tersebut.

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Sigit, dkk., (2021) dengan tujuan utama untuk mengetahui faktor-faktor utama yang dapat mempengaruhi literasi digital dan risiko online pada anak-anak di Indonesia selama pandemi Covid-19. Beberapa hipotesis diajukan, empat di antaranya diterima. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital secara positif mempengaruhi risiko online dan kontrol diri siswa. Namun, mediasi orang tua dapat menjelaskan risiko online siswa, tetapi gagal dalam menentukan kontrol diri siswa. Kemudian, pengendalian diri berpengaruh positif terhadap risiko online pada anak.

Temuan tersebut menegaskan bahwa literasi digital dapat memengaruhi risiko online pada anak-anak yang berperilaku di dunia maya. Temuan menunjukkan bahwa beberapa anak memiliki kontrol diri yang rendah, yang mengakibatkan risiko online yang tinggi untuk anak-anak. Hal ini penting, mengingat perkembangan teknologi yang terus berkembang, anak-anak dapat dengan bebas mengakses internet di mana saja dan di mana saja. Jika hal ini dibiarkan, anak-anak akan cenderung bergantung pada internet, bahkan terkadang anak-anak menjadi korban cyber-bullying. Dalam konteks pandemi Covid-19 di Indonesia, baik anak, orang tua, maupun guru harus memberikan dukungan dan arahan positif kepada anak dalam menggunakan internet, salah satunya dengan strategi parenting mediation.

Kedua, penelitian dilakukan oleh Fitriarti (2019) yang mengkaji tentang literasi digital dalam menangkal hoax informasi kesehatan di era digital dengan metode penelitian studi literatur atau studi pustaka. Fitriarti menjelaskan bahwa dengan hadirnya teknologi internet menjadikan media sosial salah satu bagian primer dari masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Melalui literasi digital diharapkan masyarakat mampu selektif dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Pada era digital ini masyarakat tidak hanya menjadi sebagai objek tetapi juga dapat sekaligus sebagai subjek dalam komunikasi. Siapa pun saat ini mampu menjadi subjek yang aktif dan selektif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Ketiga, penelitian oleh Yasid (2020) yang mengkaji strategi pembelajaran berbasis pada karakter literasi digital menghadapi pandemi covid-19. Yasid menyimpulkan bahwa di era digital saat ini, dimana segala sesuatunya bergerak dengan sangat cepat, siswa wajib memiliki bekal yang cukup dan matang terkait kemampuan literasi digital. Hal tersebut menjadi konsekuensi karena sebagian besar aktivitas mereka bersinggungan dengan teknologi jaringan internet sehingga pendidikan karakter literasi berbasis digital ini menjadi salah satu jalan alternatif yang paling memungkikan untuk membangun pondasi pendidikan karakter era kekinian.

Berdasarkan tinjauan di atas, maka penulis memandang signifikansi gerakan literasi digital dalam masa pandemi covid-19. Gerakan literasi digital akan mendorong terbentuiknya pola pikir kreatif dan kristis dalam menghadapi pandemi covid-19. Dengan adanya gerakan literasi digital akan membatu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan mendapatkan bahan bacaan yang berkualitas dalam mengisi waktu di tengah pandemi.

Bagaimana cara meningkatkan literasi digital?

Setelah mengetahui urgensi literasi digital bagi masyarakat, terutama di masa pandemi covid-2019 ini, maka selanjutnya perlu dilakukan upaya peningkatan literasi digital. Untuk menjawab pertanyaan penelitian ini, penulis melakukan review terhadap tiga artikel jurnal yang sebelumnya telah penulis temukan.

Sutrisna (2020) melakukan penelitian berkaitan dengan gerakan literasi digital pada masa pandemi covid-19. Sutrina menawarkan konsep gerakan literasi digital yang bisa dilaksanakan pada masa pandemi covid-19. Gerakan literasi digital yang dapat dilakukan pada masa pandemi covid-19 adalah gerakan literasi digital keluarga dan gerakan literasi digital masyarakat. Gerakan literasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan positif dalam menggunakan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan ini juga menawarkan konsep antisipasi berita hoaks pada masa pandemi covid-19. Ada delapan elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital, yaitu; 1) Kultural, berupa pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital; 2) Kognitif, terkait daya pikir dalam menilai konten; 3) Konstruktif, reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual; 4) Komunikatif, yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital; 5) Kepercayaan diri yang bertanggung jawab; 6) Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru; 7) Kritis dalam menyikapi konten; dan 8) Bertanggung jawab secara sosial.

Selanjutnya, penelitian oleh Nurohamah, dkk., (2020) mengkaji tentang literasi media digital keluarga di tengah pandemi covid-19. Nurohmah melakukan riset partisipasi dalam bentuk pengabdian masyarakat dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran yang belum diketahui, menjadi wawasan baru kepada masyarakat sesuai dengan minat dan bakat dalam bidang profesinya yang dimiliki oleh setiap anak. Nurohmah berpendapat bahwa pembelajaran daring dapat diberikan dalam bentuk webinar yang berisi penjelasan edukasi dan informasi mengenai suatu hal. Ada beberapa hal yang perlu diambil dan disesuaikan dari kebijakan pemerintah sekarang yaitu bagaimana upaya pendidik dan orang tua bisa menerapkan pembelajaran yang berbasis literasi secara media digital dan bekerja serta belajar dari rumah. Untuk dapat mempergunakan akses internet secara optimal, seorang anak perlu pengawasan dan arahan dari orangtua.
Terkahir, Rochadiani, dkk., (2020) mengkaji terkait peningkatan literasi digital pada masa pandemi covid-19. Penelitian tersebut merupakan penelitian partisipatif dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat. Rochadiani menerangkan bahwa diperlukan kegiatan yang berkesinambungan dan proses yang cukup panjang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.




Simpulan

Penulis menyimpulkan dari pemaparan di atas bahwa gerakan literasi digital pada masa pandemi covid-19 merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Dengan gerakan literasi digital akan membatu adapatasi masyarakat dalam mengolah informasi yang akurat dan mendapatkan bahan bacaan yang berkualitas dalam mengisi waktu di tengah pandemi covid-19.

Baca Selengkapnya: Ahmad, I. F. (2022). Urgensi Literasi Digital di Indonesia pada Masa Pandemi COVID-19: Sebuah Tinjauan Sistematis. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia2(1), 1–18. https://doi.org/10.14421/njpi.2022.v2i1-1


http://slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-game.piipers.hemsida.eu/ https://publications.thapar.edu/plugins/slot88/ https://philparsons.co.uk/ https://omatsuri.co.jp/ http://room.eco.ku.ac.th/images/slot-deposit-pulsa/ https://chair.rmu.ac.th/media/images/link-gacor/ https://exams2.mehe.gov.lb/ https://mobileapp.iom.int/ https://uts.com.pk/slot-gacor-online/ https://devinscricao.uniritter.edu.br/ https://ilxl.ecs.fullerton.edu/wp-includes/ https://librarydirectory.dpi.wi.gov/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/assets/slot-gacor/ https://weatheraidev-trafficmanager.accuweather.com/ https://engineering.news.com.au/ https://weddinglovely.com/ http://situs-slot.piipers.hemsida.eu/ https://cmder.net/ http://judi-slot.piipers.hemsida.eu/ https://onokumus.com/ http://mycollab.com/ http://pg-slot.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pulsa.piipers.hemsida.eu/ http://judi-slot-online.piipers.hemsida.eu/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-includes/sitemaps/ http://judi-online.piipers.hemsida.eu/ https://shibboleth.csustan.edu/ http://slot-terpercaya.piipers.hemsida.eu/ http://slot-pragmatic.piipers.hemsida.eu/ http://data.withinwindows.com/ http://implbits.com/ http://ciudadanointeligente.org/ http://bocabit.elcomerciodigital.com/ https://onlineprd.uncg.edu/ https://piipers.hemsida.eu/ http://tesismapantropologia.izt.uam.mx/images/-/slot-gacor/ http://geografiahumana.izt.uam.mx/wp-includes/images/-/slot-gacor/ https://mctrans.ce.ufl.edu/wp-content/uploads/2022/slot-demo/ http://economiafinanciera.izt.uam.mx/wp-includes/sitemaps/-/situs-slot-online/ http://imaginariosyrepresentaciones.izt.uam.mx/wp-includes/images/media/slot-terbaik/ http://moeduniv.izt.uam.mx/wp-includes/Requests/slot/ http://www.coloquiodeadministracion.izt.uam.mx/wp-includes/css/slot-online/ http://slot-gacor.piipers.hemsida.eu/ https://ulakumina.unilever.com/ http://chipmeup.pokernews.com/ https://duedex.com/ https://vtuber.damonge.com/ http://pragmatic.piipers.hemsida.eu/ https://srollins.cs.usfca.edu/ https://vp.becode.org/ https://spotspot.wstone.io/ https://changelog.itrackbites.com/ http://2016.gopherconbr.org/ "http://situs-slot-online.piipers.hemsida.eu/ http://docs.aptana.com/ https://data.hudson.com/ http://schdt2.microsoft.com/ http://schom2.microsoft.com/ https://magento234.webkul.com/